Siap Darling Menjadi Gantungan Utama Menyelamatkan Bumi
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 19:01 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaSiap Darling mengintegrasikan iman dengan pelestarian alam. Anak muda menolak perusakan lingkungan, sebagai ganti adalah mempromosikan gaya hidup ekologis (mencintai alam, menanam pohon, dan merawat pohon, bukan menebangi).
Secara lebih sederhana genzi bisa memberi contoh memilah sampah dari rumah. Ini harus menjadi gerakan bersama. Zaman sekarang sudah bukan eranya lagi untuk merusak alam atau lingkungan. Sebaliknya, semua harus mulai menerapkan ekotheologi. Ekotheologi adalah ajakan untuk mencintai alam sebagai sesama ciptaan Allah dengan cara memelihara dan melindungi lingkungan agar Bumi ini semakin nyaman ditinggali, sebagai Rumah Kita Bersama.
Banjir bandang di Aceh, Sumut, Sumbar, dan daerah-daerah lain memperlihatkan betapa ego masih menguasai diri manusia Indonesia yang dengan merusak alam, membantai hutan untuk diambil kayunya demi keuntungan egois kita. Kini saatnya meninggalkan hidup destruktif ini dengan memelihara lingkungan (ekologisme), sebagai Sikap Tobat Ekologis yang mesti dijalankan masyarakat.
Ciptaan (termasuk alam/lingkungan) adalah hadiah dari Allah, yang harus diterima dengan rasa syukur dan hormat. Melihatnya sebagai barang konsumsi hanya mendorong eksploitasi (pembalakan). Pandangan iman mengajarkan kita untuk merawat, bukan menguasai ciptaan. Kesadaran akan hidup bersama mengajak kita melihat bahwa segala sesuatu saling terhubung: manusia, alam, dan seluruh ciptaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam semangat ekonomi sirkular, kita diajak menjaga Bumi dengan menggunakan sumber daya secara bijak dan bertanggung jawab. Setiap orang, sesuai dengan kapasitas masing-masing melalui inovasi dan kreaktivitasnya dapat berkontribusi dalam usaha mengurangi limbah dan sampah.
Sekali lagi, BLDF telah secara brilian menginisiasi mencintai lingkungan dengan merawat Bumi. Membidik anak muda melalui Siap Darling adalah visi luar biasa sebab kaum muda bakal menjadi penata dunia di masa depan. Mereka akan memegang tampuk kekuasaan dan berbagai sisi kehidupan. Telah begitu banyak aksi nyata yang dilakukan BLDF melalui gerakan berbasis digital Siap Darling.
Salah satu aksi yang mencuat adalah menginisiasi pelestarian alam di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Mojokerto, Jatim. Dalam kegiatan penanaman 6.208 bibit di area ini, sebanyak 150 mahasiswa-i dari 46 universitas di Jawa Timur terlibat. Melalui aksi tersebut, harapannya, generasi muda dapat menunjukkan kepedulian pada lingkungan dengan belajar dari cara hidup nenek moyang yang harmonis dan tidak merusak alam.
Sebaiknya Anda baca juga:

Siap Darling menghijaukan kawasan Candi Prambanan, Sleman, DIY
Inisiatif penanaman pohon di situs bersejarah sebagai bagian dari program Candi Darling dengan menjangkau sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatera. Sedikitnya sudah ada 6 kawasan dan 12 candi yang telah dihijaukan. Mereka adalah Candi Prambanan, Candi Situs Ratu Boko & Idjo, Candi Gedung Songo, dan Candi Sambisari. Kemudian, Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Dieng, dan Candi Muarajambi. Dalam kegiatan ini terlibat 1.132 mahasiswa dari 137 universitas.
Bumi sangat menggantungkan kelangsungan hidupnya kepada Siap Darling, kepada genzi, kepada anak-anak muda. Hanya kepada merekalah Bumi bisa berharap akan terus dirawat. Siapkah kalian genzi terus menjaga dan merawab Ibu Bumi? Semoga! aloysius widiyatmaka
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!