Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rekor Tercepat di Sumatera! Tapsel Serahkan 120 Unit Huntap Sebelum Fase Rehabilitasi Dimulai

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Rekor Tercepat di Sumatera! Tapsel Serahkan 120 Unit Huntap Sebelum Fase Rehabilitasi Dimulai Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menyerahkan hunian tetap kepada warga di Kabupaten Tapanuli Selatan.

JAKARTA - Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menyerahkan hunian tetap kepada warga di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sebanyak 120 unit hunian tetap tahap pertama diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru. Penyerahan ini dilakukan sebagai bagian dari percepatan transisi dari masa tanggap darurat menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat," ujarnya.

Hunian tetap tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang akibat bencana. Proses pembangunan dilakukan bahkan sebelum fase rehabilitasi resmi dimulai pada 1 April 2026.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan pihak nonpemerintah, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi. Yayasan tersebut berkomitmen membangun total 2.603 unit hunian tetap di wilayah terdampak.

Ribuan unit rumah tersebut tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dukungan ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan hunian tetap dilakukan melalui dua skema utama. Skema pertama adalah in-situ, di mana masyarakat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang aman.

Pada skema ini, masyarakat mendapatkan bantuan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap untuk memastikan proses pembangunan berjalan optimal.

Selain itu, masyarakat juga dapat memilih menyerahkan pembangunan rumah kepada BNPB. Pilihan ini memberikan fleksibilitas sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing penerima manfaat.

Sementara itu, skema kedua adalah komunal, yaitu pembangunan rumah dalam satu kawasan yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Pembangunan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau melalui kerja sama lintas lembaga.

Keberhasilan percepatan pembangunan di Tapanuli Selatan juga didukung oleh kelengkapan data yang disusun pemerintah daerah. Pendataan rinci berbasis nama dan alamat dinilai mempercepat proses verifikasi serta penyaluran bantuan.

"Ini semua karena datanya paling lengkap oleh Pak Bupati dari Pak Gus Irawan," ujarnya.

Selain hunian tetap, masyarakat terdampak juga telah menerima berbagai bantuan tambahan. Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup, dana tunggu hunian, bantuan isian rumah, hingga dukungan sosial ekonomi.

Pemerintah berharap langkah cepat ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Semakin cepat data disampaikan, semakin cepat pula proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik dan penyaluran bantuan dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.