Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Emil Dardak Hadiri Lebaran Ketupat di Trenggalek, Tegaskan Pentingnya Jaga Tradisi.

📅 Sabtu, 28 Mar 2026, 21:53 WIB | Oleh:
Emil Dardak Hadiri Lebaran Ketupat di Trenggalek, Tegaskan Pentingnya Jaga Tradisi. Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kedua kanan) menyalami keluarga pengasuh Ponpes Babul Ulum, Durenan, Trenggalek, Jawa Timur

 Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengikuti tradisi Lebaran Ketupat di Desa Durenan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu.

"Tradisi Lebaran Ketupat ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih terjaga hingga saat ini," kata Emil.

Dalam silaturahim dengan pengasuh Pondok Pesantren Babul Ulum KH Abdul Fattah Muin serta masyarakat, Emil yang didampingi istrinya, Arumi Bachsin, mengatakan, tradisi Lebaran Ketupat merupakan salah satu upaya menjaga warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Emil juga mengikuti prosesi pemberangkatan pawai tumpeng ketupat yang menjadi bagian dari tradisi kupatan, sebelum nantinya diperebutkan warga sebagai simbol kebersamaan.

Menurut Emil, perayaan Lebaran Ketupat di Durenan memiliki nilai historis kuat karena berakar dari tradisi pesantren yang kemudian berkembang menjadi budaya masyarakat luas di Trenggalek.

Ia menambahkan, momentum kupatan juga menjadi waktu yang tepat baginya untuk pulang kampung, mengingat pada Hari Raya Idul Fitri dirinya menjalankan tugas kedinasan di Surabaya.

"Momentum yang paling pas untuk kembali ke Trenggalek justru saat kupatan," ujarnya.

Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek diketahui telah berlangsung lebih dari dua abad dan berakar dari lingkungan Pondok Pesantren Babul Ulum Durenan.

Tradisi ini bermula dari kebiasaan KH Imam Mahyin yang menjalankan puasa Syawal selama enam hari setelah Idul Fitri, sebelum kemudian menggelar silaturahim pada hari ketujuh dengan menyajikan ketupat dan sayur lodeh kepada masyarakat.

Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang dari lingkungan pesantren ke masyarakat luas, khususnya di wilayah Kecamatan Durenan, sebelum akhirnya meluas ke sejumlah daerah lain seperti Kecamatan Trenggalek, Gandusari, hingga wilayah sekitar.

Saat ini, perayaan Lebaran Ketupat digelar hampir merata di berbagai desa, dengan pusat kegiatan tetap berada di kawasan Durenan sebagai titik awal tradisi.

Selain menjadi ajang silaturahim, Lebaran Ketupat juga menjadi daya tarik budaya yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat serta menarik kunjungan wisatawan lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.