Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PT Pupuk Indonesia: Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2026 Lancar, Stok Aman

📅 Jumat, 02 Jan 2026, 02:15 WIB | Oleh:
PT Pupuk Indonesia: Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2026 Lancar, Stok Aman  Doc: Pupuk Indonesia

JAKARTA - PT Pupuk Indonesia memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 berjalan lancar sejak hari pertama. Proses distribusi pupuk kepada petani berlangsung mulai pukul 00.00 waktu setempat sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Pupuk Indonesia mencatat 208 transaksi penebusan pupuk bersubsidi terjadi pada 30 menit pertama tahun baru. Petani melakukan penebusan pupuk di berbagai provinsi Indonesia sejak Kamis (1/1) dini hari melalui kios resmi.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap ketersediaan pupuk. Ia menegaskan penugasan pemerintah untuk menjaga akses petani terhadap pupuk subsidi berjalan optimal saat pergantian tahun.

“Pupuk Indonesia menjalankan penugasan pemerintah untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani, bahkan sejak detik pertama pergantian tahun. Upaya ini menjadi bagian dari transformasi industri pupuk untuk mendukung swasembada pangan,” ujar Rahmad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/1).

Suhaeri asal Kabupaten Jember menjadi petani pertama yang berhasil menebus pupuk subsidi pada awal tahun 2026. Pria ini menggunakan aplikasi i-Pubers untuk mendapatkan pupuk jenis Urea dan NPK Phonska pada tengah malam.

“Karena dari jauh-jauh hari, saya mendapatkan info bahwa pada jam 00.00 WIB, di awal tahun bisa melaksanakan penebusan pupuk. Berhubung kios UD Aneka dekat dekat rumah saya, jadi saya mencoba menebus, dan ternyata alhamdulillah berhasil,” kata Suhaeri.

"Per 1 Januari 2026 saya berhasil menebus pupuk urea dan NPK Phonska di UD Aneka di jam 00.01 lewat 34 detik dengan aplikasi i-Pubers. (Penebusannya) cukup pakai KTP dan bayar dengan tunai. Alhamdulillah penebusan mudah dan lancar. Terima kasih kepada Pemerintah, Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia," kata dia.

Stok pupuk subsidi maupun nonsubsidi secara nasional tercatat mencapai angka 1,04 juta ton pada awal tahun ini. Pupuk Indonesia telah menyiapkan jaringan infrastruktur distribusi fisik untuk menjangkau seluruh titik serah di wilayah nusantara.

Kelancaran distribusi ini terlaksana berkat dukungan regulasi baru melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Aturan tersebut memberikan landasan kuat bagi penyaluran kuota pupuk subsidi sebesar 9,8 juta ton tahun 2026.

“Kebijakan ini memberikan kepastian penyaluran pupuk sejak awal tahun. Pupuk Indonesia akan terus menjalankan peran sesuai mandat untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” kata Rahmad.

Penerapan sistem digital bernama i-Pubers menjamin proses penebusan pupuk subsidi berjalan secara waktu riil dan transparan. Petani dari wilayah Banten hingga Papua Selatan tercatat melakukan transaksi penebusan pada periode dini hari tersebut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.