Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Laut Setinggi 2,5 Meter di Sejumlah Perairan NTT

📅 Jumat, 02 Jan 2026, 10:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Laut Setinggi 2,5 Meter di Sejumlah Perairan NTT Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kondisi perairan di wilayah pesisir Kota Kupang, NTT.

KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (2/1) hingga Senin (5/1).

“Waspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang dapat terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT pada 2–5 Januari 2026,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Jumat (2/1).

Ia menyebutkan potensi gelombang tersebut dapat terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, dan Laut Sawu.

Potensi serupa juga berpeluang terjadi di Selat Sumba bagian barat, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang- Rote, Selat Pukuafu, serta perairan Selatan Timor-Rote.

Yandri menjelaskan adanya tekanan rendah di utara Australia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di wilayah NTT yang mendukung terjadinya hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah NTT.

Sementara itu, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8–23 knot.

Kecepatan angin tertinggi, lanjut Yandri, terpantau di Selat Sape, Selat Sumba, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantai, Selat Alor, perairan Flores, perairan Alor–Pantar, perairan selatan Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Sabu–Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu dan perairan selatan Timor–Rote, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut.

“Waspadai awan cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan,” katanya.

BMKG mengimbau pengguna perahu nelayan untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara operator kapal tongkang diminta meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.