Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puncak Arus Balik di Nagreg Diprediksi Capai Lebih dari 120.000 Kendaraan

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 18:52 WIB | Oleh:
Puncak Arus Balik di Nagreg Diprediksi Capai Lebih dari 120.000 Kendaraan Doc: antara foto
Ket. Arus balik di Nagreg, Jabar.

BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) memprediksi puncak arus balik Lebaran di Nagreg pada H+7 akan dilintasi lebih dari 120.000 kendaraan menuju arah Bandung.

Kepala Dishub Kabupaten Bandung Eric A Prabowo di Bandung, Jumat (27/3), mengatakan lonjakan tersebut dipicu oleh percampuran arus balik dan wisata yang masih berlangsung hingga akhir masa libur.

“Untuk besok yang diprediksi sebagai puncak arus balik kedua, kami memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas bisa mencapai lebih dari 120.000 kendaraan per hari. Hal ini disebabkan oleh kombinasi antara arus balik dan arus wisata,” ujarnya.

Ia mengatakan pihak gabungan telah menyiapkan langkah antisipasi dari lonjakan tersebut, yakni rekayasa lalu lintas serta koordinasi dengan kepolisian dan daerah tujuan wisata guna mengurai kepadatan.

Ia menambahkan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel melihat kondisi di lapangan, termasuk pembukaan jalur alternatif, seperti Cikaledong dan Ciburial.

“Untuk rekayasa lalu lintas, seperti pembukaan jalur alternatif di Cikaledong dan Ciburial, hal tersebut akan dilakukan secara situasional tergantung pada kondisi kepadatan lalu lintas di lapangan,” katanya.

Berdasarkan data, pada H+1 hingga H+5 tercatat arus balik masih terpantau stabil di atas 100.000 kendaraan per hari dengan volume tertinggi di angka 149.030 kendaraan pada puncak H+3.

Sementara pada H+4, volume kendaraan tercatat sekitar 123.000 kendaraan menuju Bandung dan hingga pukul 18.00 WIB di H+6 sudah mencapai sekitar 70.842 ribu kendaraan.

Secara kumulatif sejak H-7 hingga H+5, Dishub Bandung mencatat sekitar 1,16 juta kendaraan bergerak dari Bandung menuju Garut, sedangkan yang kembali ke Bandung baru sekitar 1,01 juta kendaraan.

Dishub juga mencatat aktivitas wisata masih cukup tinggi, terutama dari arah Garut dan Pangandaran, yang turut memengaruhi peningkatan volume kendaraan, dan diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan.

Masyarakat diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, menjaga kondisi fisik pengemudi, serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada jam-jam puncak.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:01 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:02 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Jsmssmsk
Jsmssmsk
27 Mar 2026, 21:02 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.