Kemarau, Pemprov Jatim Sinergi dengan BNPB Antisipasi Bencana Kekeringan dan Karhutla
📅 Jumat, 27 Mar 2026, 19:22 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S“Yang ketiga, kalau memang diperlukan ada operasi modifikasi cuaca untuk mengisi embung-embung. Bahkan tadi sambil bercanda, tapi ini bukan bercanda saja tapi itulah realitanya, adalah mengisi kolam-kolam renang. Karena di satu titik kalau terjadi kebakaran sumber airnya juga bisa diambil dari kolam renang,” tambahnya.
Keempat, penyiagaan helikopter water bombing untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
“Tadi secara langsung Ibu Gubernur juga meminta kepada saya, untuk menyiagakan heli water bombing. Ini pengalaman 2023, terjadi kebakaran di Gunung Arjuno, terjadi kebakaran di Gunung Bromo, pesawatnya masih jauh, ada di Kalimantan Selatan, ada di Riau. Pergeserannya itu mengakibatkan apinya tambah besar,” kata Suharyanto.
“Kalau nanti eskalasi cuacanya sudah meningkat, tentu saja kami akan siagakan pesawat untuk water bombing nya. Paling tidak di Iswahyudi Madiun atau di Juanda Surabaya,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Suharyanto, seluruh wilayah Jawa Timur menjadi prioritas antisipasi, seiring prediksi BMKG yang menunjukkan puncak musim kemarau pada Agustus 2026 dengan tingkat kerawanan tinggi hampir di seluruh daerah.
“Jadi kita sudah sepakat, bahwa untuk mengatasi kekeringan, kebakaran ini tidak bisa diatasi oleh salah satu institusi atau pemerintah pusat, harus berkolaborasi dari mulai tingkat terkecil, desa, kecamatan, sampai pemerintah pusat,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
27 Mar 2026, 20:58 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas27 Mar 2026, 20:58 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas27 Mar 2026, 20:58 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!