Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geser, Venesia dari Timur di Ujung Pulau Seram

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 07:37 WIB | Oleh:

Memasuki wilayah Geser, pengunjung akan disambut oleh deretan rumah panggung yang menjorok jauh ke laut. Saat air pasang tiba, daratan pulau ini seakan menghilang, menyisakan jembatan-jembatan kayu dan beton yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya. Pemandangan ini membuat Geser kerap dijuluki sebagai “Venesia dari Timur”.

Keterbatasan lahan daratan tak menghalangi warga untuk membangun kehidupan. Dengan cerdik, penduduk memanfaatkan rataan terumbu karang yang luas untuk mendirikan hunian. Di bawah kolong rumah mereka, ikan-ikan karang berenang bebas di air yang bening, menjadi pemandangan sehari-hari yang kontras dengan hiruk-pikuk pasar di pusat pulau.

Sejarah mencatat bahwa pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, Geser adalah pusat gravitasi ekonomi. Lokasinya yang strategis menjadi pintu gerbang antara Maluku Tengah menuju Papua dan Australia, menjadikannya pelabuhan transito internasional yang sangat vital.

Naturalis legendaris asal Inggris, Alfred Russel Wallace, dalam mahakaryanya The Malay Archipelago, mencatat kekagumannya saat singgah di Geser pada tahun 1860. Wallace menggambarkan Geser sebagai sebuah “Singapura Kecil”, pusat perdagangan yang riuh di mana etnis Arab, Tionghoa, Bugis, Makassar, dan penduduk asli Seram hingga Papua bertemu untuk bertukar komoditas laut serta hasil hutan.

“Di sini, peradaban dunia bersentuhan dalam skala yang sangat kecil namun intens,” tulis Wallace dalam catatannya. Hingga kini, pengaruh global itu masih terasa pada wajah-wajah penduduknya yang merupakan percampuran genetika dari berbagai penjuru dunia.

Harmoni dalam Kepadatan

Karakteristik utama Geser adalah keterbukaannya. Sebagai kota pelabuhan kuno, masyarakatnya telah terbiasa dengan keberagaman sejak ratusan tahun lalu. Marga-marga Hadramaut (Arab) hidup berdampingan dengan komunitas Tionghoa yang telah berasimilasi, serta suku-suku dari Sulawesi yang telah menetap selama beberapa generasi.

Ekonomi pulau ini sepenuhnya bernapas dari laut. Karena tidak memiliki lahan pertanian, pasokan sayur-mayur dan umbi-umbian harus didatangkan setiap pagi dari daratan besar Pulau Seram menggunakan perahu-perahu kayu. Ketergantungan ini menciptakan ikatan sosial yang unik antara masyarakat “pulau karang” dengan masyarakat “gunung” di Seram Besar.

Namun, kecantikan Geser bukannya tanpa ancaman. Sebagai pulau yang hanya beberapa jengkal di atas permukaan laut, Geser berada di garis depan dampak perubahan iklim. Abrasi dan kenaikan air laut adalah nyata bagi warga yang setiap hari melihat fondasi rumah mereka terendam air asin.

Selain itu, masalah sanitasi dan pengelolaan limbah di pemukiman padat panggung menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah setempat untuk memastikan ekosistem terumbu karang yang menjadi tumpuan hidup warga tetap lestari.

Pulau Geser bukan sekadar destinasi; ia adalah sebuah artefak sejarah yang masih hidup. Ia menjadi pengingat bahwa kejayaan Nusantara di masa lalu tidak hanya dibangun di kota-kota besar, melainkan juga di pulau-pulau karang terpencil yang menjadi simpul penghubung dunia. Mengunjungi Geser adalah upaya menyelami sisa-sisa aroma perdagangan rempah yang masih tertinggal di antara jembatan-jembatan ­kayunya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Jonatan Christie Masih Sela...

80 Perusahaan Bekerja Sama PAL Jaya

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
80 Perusahaan Bekerja Sama ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.