Korea Selatan Luncurkan Seri Pertama Jet Tempur KF-21
📅 Kamis, 26 Mar 2026, 05:55 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SEOUL - Sebuah upacara diadakan di Korea Selatan untuk menandai peluncuran pesawat tempur KF-21 seri pertama, Unit 1.
Dari Militarnyi, acara tersebut dihadiri oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebagai bentuk dukungan terhadap tujuan negara tersebut untuk menjadi salah satu dari empat kekuatan pertahanan teratas dunia, menurut media Korea Daum .
Sekitar 500 orang menghadiri upacara tersebut, termasuk perwakilan diplomatik dari 14 negara.
Setelah acara tersebut, presiden mengunjungi pabrik Korea Aerospace Industries (KAI), di mana dia diberi pengarahan mengenai status produksi serial.
Fasilitas manufaktur, yang ukurannya setara dengan tiga lapangan sepak bola, memproduksi pesawat KF-21, FA-50, dan T-50, dengan produksi tahunan melebihi 50 unit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden juga meninjau pelaksanaan kontrak ekspor dengan Malaysia (13 FA-50), Polandia (14 FA-50), Indonesia (4 T-50) dan negara-negara lain, serta diberi pengarahan tentang tingkat lokalisasi dalam pengembangan avionik, termasuk sistem radar canggih.
Para pejabat pertahanan mengatakan Filipina termasuk di antara negara-negara yang mempertimbangkan pembelian KF-21, dengan kesepakatan yang diharapkan pada pertengahan tahun.
Pada tahun 2024, Hanwha Aerospace menandatangani kontrak untuk memasok 40 mesin untuk KF-21.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mesin F414 untuk KF-21 diproduksi di sebuah pabrik di kota Changwon di bawah lisensi dari GE Aerospace.
Pesawat tempur ini dikembangkan di bawah program KF-X Korea Selatan untuk menciptakan pesawat taktis canggih bagi angkatan udara Korea Selatan dan Indonesia.
Selama pengembangan, pesawat ini diintegrasikan dengan rudal udara-ke-udara modern, termasuk IRIS-T dan AIM-9X jarak pendek, AIM-120 AMRAAM jarak menengah, dan Meteor jarak jauh.
Awal tahun ini, Indonesia meluncurkan negosiasi baru untuk mengakuisisi pesawat tempur KF-21 Blok 2 guna menghindari penundaan dalam antrian produksi menyusul potensi pesanan dari Filipina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!