Real Madrid Terancam Tanpa Gelar, Masa Depan Arbeloa di Ujung Tanduk
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMADRID, SPANYOL — Musim kelam membayangi Real Madrid setelah tersingkir dari Liga Champions. Kekalahan dramatis dari Bayern Munich di perempat final membuat posisi pelatih Alvaro Arbeloa kini berada dalam tekanan besar.
Los Blancos sejatinya tampil penuh perlawanan di Allianz Arena, bahkan sempat tiga kali unggul dalam laga leg kedua. Namun kartu merah Eduardo Camavinga pada menit ke-86 mengubah jalannya pertandingan. Dua gol telat Bayern memastikan kekalahan 4-3 di laga tersebut, sekaligus menyingkirkan Madrid dengan agregat 6-4.
Hasil ini memperpanjang penderitaan Madrid. Di La Liga, mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona, membuat peluang meraih gelar domestik kian menipis. Dengan tersingkirnya dari Eropa, Madrid terancam menutup musim tanpa trofi, situasi yang jarang ditoleransi di bawah presiden Florentino Perez.
Media Spanyol bahkan menyebut kekalahan ini sebagai “eliminasi terhormat yang tidak cukup untuk menghindari revolusi.” Revolusi yang dimaksud bisa saja berarti berakhirnya masa kepelatihan Arbeloa, yang baru ditunjuk pada Januari tanpa jaminan kontrak jangka panjang.
“Saya selalu berusaha membantu klub sebaik mungkin dan akan terus melakukannya sampai hari terakhir,” ujar Arbeloa. “Saya tidak khawatir soal masa depan. Apa pun keputusan klub, saya akan memahaminya.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun catatan performa tidak sepenuhnya berpihak padanya. Dari 21 pertandingan, Arbeloa hanya mencatatkan 13 kemenangan. Bahkan pada laga debutnya, Madrid secara mengejutkan tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua, Albacete.
Di tengah tekanan, Arbeloa sempat menunjukkan pendekatan berani saat menghadapi Bayern. Ia menurunkan trio lini tengah ofensif Jude Bellingham, Federico Valverde, dan Arda Guler, yang mencetak dua gol.
Namun persoalan lama kembali muncul: keseimbangan tim. Mengakomodasi tiga bintang lini depan, Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Bellingham, masih menjadi teka-teki, bahkan sejak era Carlo Ancelotti hingga Xabi Alonso.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski ketiganya tampil cukup impresif melawan Bayern, Mbappe mencetak gol, Vinicius mengenai tiang, dan Bellingham tampil solid, upaya kolektif seperti itu dinilai sulit dipertahankan secara konsisten. Terlebih, Madrid tetap kebobolan empat gol dalam laga tersebut.
Kini, sisa musim akan menjadi penentu. El Clasico melawan Barcelona pada 10 Mei bisa menjadi momen krusial, sekaligus peluang terakhir bagi Arbeloa untuk menyelamatkan posisinya.
Tanpa trofi di depan mata, Real Madrid menghadapi akhir musim yang berat. Bagi Arbeloa, waktu untuk membuktikan diri semakin menipis, dan masa depannya di Santiago Bernabéu bergantung pada hasil-hasil dalam beberapa pekan ke depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!