Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandung Pertimbangkan WFH dan PJJ, Kebijakan Pusat dan Jabar Tak Sinkron?

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 06:28 WIB | Oleh:
Bandung Pertimbangkan WFH dan PJJ, Kebijakan Pusat dan Jabar Tak Sinkron? Doc: Antara Foto
Ket. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/3)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, masih mengkaji rencana penerapan kebijakan sistem bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) ataupun pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar guna mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

“Untuk WFH sama PJJ, kami masih menunggu juklak-juknisnya karena tidak boleh sembarangan,” kata Farhan di Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pola kerja fleksibel.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyarankan skema bekerja dari mana saja (WFA) dilakukan setiap hari Kamis, sementara pemerintah pusat mengusulkan pelaksanaannya pada hari Jumat.

Menurut Farhan, kondisi tersebut masih dalam tahap kajian oleh Pemkot Bandung dengan mempertimbangkan situasi di lapangan, termasuk kemungkinan penerapan PJJ di lingkungan sekolah.

“Kita lagi lihat situasinya dulu, termasuk mempertimbangkan apakah sekolah juga perlu melakukan PJJ,” ujarnya.

Selain itu, Farhan memastikan kondisi pasokan energi, khususnya BBM di Kota Bandung masih dalam keadaan aman dan terkendali di tengah tekanan harga energi global.

Ia menyebut pemerintah pusat melalui PT. Pertamina telah menjamin distribusi BBM tetap berjalan normal.

“Pertamina menjamin bahwa kita masih akan ada pasokan BBM. Dan tidak ada tanda-tanda kenaikan harga BBM subsidi.” 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.