Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malaysia Disergap Cuaca Panas Ekstrem, Kedah Paling Terdampak

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 21:39 WIB | Oleh:
Malaysia Disergap Cuaca Panas Ekstrem, Kedah Paling Terdampak Doc: AFP

KUALA LUMPUR - Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) memperkirakan fenomena cuaca panas melanda sejumlah wilayah di Malaysia mulai akhir Maret hingga Juni 2026 mendatang.

MetMalaysia menyampaikan Malaysia saat ini berada pada fase akhir Monsun Timur Laut (MTL), yang ditandai dengan berkurangnya curah hujan dan kondisi cuaca lebih panas dan kering, terutama di bagian utara Malaysia dan pedalaman semenanjung.

Kondisi panas diperkirakan berlanjut hingga awal musim Monsun Barat Daya pada Juni, menyusul atmosfer lebih kering dan curah hujan lebih rendah, demikian laporan MetMalaysia seperti dikutip dari BERNAMA di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (25/3).

Wakil Dirjen (Operasi) MetMalaysia Ambun Dindang menyatakan berdasarkan proyeksi model cuaca lokal dan internasional, Malaysia diperkirakan akan mengalami pola cuaca lebih kering dengan curah hujan lebih rendah dari biasanya selama beberapa bulan ke depan.

Ambun mengatakan bahwa wilayah utara Semenanjung Malaysia, seperti Kedah—termasuk Pendang, Baling, dan Padang Terap—lebih rentan terhadap cuaca panas karena faktor geografis dan pola angin MTL yang membawa lebih banyak kelembapan ke Pantai Timur dan bagian selatan Semenanjung serta Sabah dan Sarawak.

Berdasarkan model iklim global, tambahnya, Malaysia tidak terkecuali mengalami peningkatan frekuensi hari-hari panas ekstrem, terutama jika dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

Gelombang Panas

Menurut laporan media Malaysia, tiga distrik di Kedah saat ini mencatat gelombang panas Level 2, sementara 16 wilayah lain di Semenanjung Malaysia berada pada Level 1 siaga pada Rabu pagi.

MetMalaysia mengumumkan bahwa distrik-distrik yang terdampak Level 2 di Kedah adalah Pokok Sena, Pendang, dan Baling.

Sementara itu, 16 kabupaten yang berada di bawah Level 1 adalah Sik, Padang Terap, Kubang Pasu, Langkawi, Kuala Muda, Kulim dan Bandar Baharu di Kedah; seluruh Perlis serta wilayah Timur Laut dan Utara di Penang.

Daerah yang juga tercatat berstatus sama adalah Hulu Perak, Selama, Kinta dan Kuala Kangsar di Perak, selain distrik Jerantut dan Raub di Pahang.

Status Level 2 atau gelombang panas dinyatakan ketika suhu maksimum berada dalam kisaran 37 hingga 40 derajat Celcius selama setidaknya tiga hari berturut-turut.

Sementara itu, status Level 1 mengacu pada suhu maksimum harian yang mencapai 35 hingga 37 derajat Celcius selama setidaknya tiga hari berturut-turut.

Sebatik Kekeringan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.