Tak Perlu ke Maldives! Bontang Kuala Punya Vila Atas Laut yang Tak Kalah Indah.
📅 Selasa, 24 Mar 2026, 07:35 WIB | Oleh: Yebdi TrismarWisata Keramba
Menyadari bahwa hasil tangkapan laut bisa fluktuatif dan pariwisata bisa pasang surut, warga mulai membangun jaring pengaman ekonomi yang mengedepankan keberlanjutan kelestarian alam.
Jafar memaparkan sebuah inisiatif ambisius yang kini mulai menampakkan hasil: wisata dan budidaya keramba. Saat ini, sudah ada sekitar 30 petak keramba yang mengapung di perairan kampung.
Setiap petak berukuran 3x3 meter tersebut menjadi rumah pembesaran bagi sekitar 250 ekor ikan bernilai ekonomis tinggi, seperti ikan kerapu, ikan putih, dan kakap merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program yang didukung penuh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta pemerintah provinsi ini merupakan langkah cerdas menuju ketahanan pangan dan kelestarian ekosistem.
Nelayan tidak lagi sekadar mengeksploitasi laut bebas, melainkan beralih menjadi pembudidaya yang merawat sumber daya airnya sendiri.
Ke depan, mimpi masyarakat Bontang Kuala semakin terstruktur. "Rencana ke depan adalah mengembangkan keramba apung ini menyatu dengan restoran apung," ungkap Jafar.
Wisatawan nantinya tidak hanya bisa makan, tetapi juga melihat langsung dan memilih ikan dari keramba.
Selain itu, aksesibilitas wisata laut dibuat sangat demokratis. Wisatawan ditawarkan paket wisata keliling laut Bontang Kuala hanya dengan biaya Rp10.000 per orang menggunakan kapal nelayan atau speedboat.
Harga yang sangat merakyat ini memastikan bahwa terapi jiwa di atas laut Bontang Kuala bisa dinikmati oleh semua kalangan, tanpa membuat kantong menjerit.
Di lini manajerial, Pokdarwis yang dinakhodai Halimah memastikan bahwa pariwisata tidak hanya menguntungkan segelintir orang.
"Program pengembangan kami tidak hanya soal promosi, tapi mencakup lingkungan hidup, pelestarian budaya, dan pengembangan koperasi pariwisata," tegasnya.
Melalui koperasi ini, perputaran ekonomi dari ribuan pelancong diikat dan didistribusikan kembali untuk kesejahteraan ribuan jiwa warganya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!