Tak Perlu ke Maldives! Bontang Kuala Punya Vila Atas Laut yang Tak Kalah Indah.
📅 Selasa, 24 Mar 2026, 07:35 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Sentuhan pangan khas
Sebuah destinasi yang mengasyikkan tak akan lengkap tanpa sentuhan kuliner dan budaya yang menghangatkan hati. Di Bontang Kuala, hidangan itu tersaji di atas cobek tanah liat yang mengepulkan asap beraroma rempah pedas dan gurih.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kuliner andalan Bontang Kuala adalah Gammi Bawis," sebut Halimah.
Menyantap Gammi Bawis di salah satu rumah makan yang mengapung di atas laut, ditemani tiupan angin pesisir, adalah pengalaman gastronomis yang tak terlupakan.
Ikan bawis —spesies lokal yang jadi kebanggaan perairan Bontang— dibakar langsung bersama sambal tomat, bawang, dan terasi yang meletup-letup, ditutup dengan irisan bawang merah di atasnya. Perpaduan rasa pedas, segar, dan manisnya daging ikan lokal ini betul-betul menggugah selera, bahkan tak cukup nasi sepiring.
Namun yang membuat jiwa benar-benar merasa pulang di Bontang Kuala adalah bagaimana masyarakatnya merawat kohesi sosial melalui tradisi tua. Di balik predikat sebagai desa wisata, roh spiritualitas masyarakat pesisir tetap mengakar.
Ketertiban, keamanan, dan keramahan penduduk yang menjadi ikon kampung ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dirawat melalui ritual-ritual komunal. Setiap tahun, denyut kampung ini merayakan Pesta Laut, sebuah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas laut yang terus memberi penghidupan.
"Ada pula tradisi makala-kela, momen di mana seluruh warga makan bersama di pinggir pantai, meruntuhkan sekat-sekat status sosial," ujar Jafar.
Sementara itu, tradisi maulidan yang identik dengan pembagian telur berkah menjadi simbol kesinambungan hidup dan harapan warga.
Berada di tengah-tengah masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai kebersamaan ini memberikan efek relaksasi psikologis tersendiri bagi wisatawan.
Bagi masyarakat Bontang Kuala, ketenangan bukanlah sesuatu yang pasif. Ketenangan adalah hasil dari rasa aman terhadap masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!