Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Perlu ke Maldives! Bontang Kuala Punya Vila Atas Laut yang Tak Kalah Indah.

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 07:35 WIB | Oleh:

Mereka datang bukan sekadar untuk singgah, melainkan membuang kepenatan, menikmati hamparan laut, menginap di villa tengah laut dangkal, hingga menyelami keindahan bawah air lewat aktivitas snorkeling.

"Dari jajak pendapat wisatawan, fasilitas baru seperti pelataran Bontang Kuala yang baru saja selesai dibangun menjadi spot favorit," kata Halimah.

Para wisatawan sangat menikmati sensai berjalan di pelataran kayu ulin ini pada sore hari, menanti senja turun perlahan menyentuh batas cakrawala.

Akar sejarah

Ketenangan yang ditawarkan Bontang Kuala sebenarnya berakar pada sejarahnya yang panjang. Vila-vila modern ini hanyalah geliat terbaru dari sebuah peradaban pesisir yang telah bernapas selama berabad-abad.

Jika merunut ke belakang, Bontang Kuala bukanlah sekadar kampung wisata baru.

"Bontang Kuala adalah cikal bakal Kota Bontang. Titik awal pemerintahan Kota Bontang ada di sini," ungkap Jafar.

Hamparan permukiman terapung ini telah ada pada dekade 1780-an. Jauh sebelum masuknya industri gas dan pupuk mendominasi identitas Bontang modern, kawasan ini adalah rumah bagi para pengembara lautan.

"Masyarakat awal di sini adalah Suku Bajau yang dikenal sebagai komunitas pengembara laut," tutur Jafar.

Sebagai pelaut ulung, Suku Bajau membangun fondasi permukiman yang menyatu dengan ritme pasang surut air laut. Eksistensi awal komunitas ini semakin kokoh dan terlegitimasi dengan berdirinya Masjid Al Wahhab pada tahun 1789, yang hingga kini menjadi patokan historis berdirinya Bontang Kuala.

Seiring berjalannya waktu, tatanan sosial semakin terbentuk hingga pada tahun 1923, sistem pemerintahan di kampung ini secara resmi diakui. Bukti sah ialah bangunan balai peninggalan Kesultanan Kutai yang saat ini dikukuhkan menjadi cagar budaya.

Kini, kampung terapung ini menjadi rumah bagi 6.750 jiwa yang terbagi dalam 2.136 Kepala Keluarga (KK). Demografinya tak lagi homogen Suku Bajau, tapi bak melting pot di mana berbagai suku berbaur.

Mata pencarian yang dulunya didominasi oleh nelayan tangkap pun kini meluas ke berbagai profesi, seiring transformasi Bontang Kuala menjadi episentrum pariwisata bahari di pesisir Kalimantan Timur

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.