Bukan Kaleng-Kaleng, Staf John Herdman Punya Jam Terbang 20 Tahun, Siap Sulap Performa Garuda
📅 Selasa, 24 Mar 2026, 20:00 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Pelatih Kepala Timnas Indonesia, John Herdman, kini tengah fokus memperkuat struktur kepelatihan Skuad Garuda dengan mengombinasikan keahlian internasional dan pemahaman lokal.
Ditemui usai memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Selasa (24/3), pelatih asal Inggris tersebut mengungkapkan bahwa jajaran stafnya saat ini terdiri dari tenaga ahli asal tujuh negara berbeda dengan pengalaman lebih dari dua dekade.
Namun, Herdman menegaskan bahwa integrasi staf lokal tetap menjadi pilar utama karena mereka memiliki pemahaman mendalam mengenai karakter budaya sepak bola Indonesia yang krusial untuk menyatukan visi pemain di lapangan.
"Staf yang kami miliki, banyak yang punya pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menyusun sistem dan struktur untuk mencoba menutup celah tersebut," katanya.
Namun, di sisi lain, ia juga menilai peran staf lokal tidak kalah penting karena memiliki pemahaman mendalam mengenai karakter dan budaya sepak bola Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami memadukan staf yang memahami sistem saya dengan orang-orang lokal yang tahu bagaimana menyatukan masyarakat Indonesia dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga mengaku terus belajar dari lingkungan barunya, termasuk dari para staf lokal yang telah lebih dulu berkecimpung di sepak bola nasional.
“Saya belajar setiap hari. Ini soal keseimbangan dan keberagaman dalam staf,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, jajaran staf timnas disebut berasal dari tujuh negara berbeda, yang menurut Herdman menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun tim yang kompetitif.
Ia meyakini kombinasi pengalaman internasional dan pemahaman lokal akan membantu timnas Indonesia berkembang lebih baik ke depan.
Herdman menyatakan timnya tengah berpacu dengan waktu untuk membangun kesiapan jelang laga melawan Tim nasional St. Kitts & Nevis, di tengah persiapan yang terbilang singkat.
Herdman mengakui situasi tersebut merupakan hal yang lazim dalam sepak bola internasional, di mana pemain datang dari berbagai klub dengan tingkat intensitas dan gaya bermain yang berbeda.
“Ini normal di level internasional. Pemain datang dengan kondisi dan intensitas berbeda, dan sebagai pelatih kami harus mampu beradaptasi,” kata Herdman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!