Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penjualan Telur Asin Brebes Menurun Imbas Arus Mudik Lari ke Tol, Siasat 'Online' Jadi Pelarian Mereka

📅 Senin, 23 Mar 2026, 07:33 WIB | Oleh:
Penjualan Telur Asin Brebes Menurun Imbas Arus Mudik Lari ke Tol, Siasat 'Online' Jadi Pelarian Mereka Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah.
Ket. Pedagang menunggu pembeli di kios telur asin di Brebes, Jawa Tengah pada Jumat (20/3).

BREBES, JAWA TENGAH  - Perubahan pola perjalanan dan belanja pemudik sejak beroperasinya jalan tol Trans Jawa memunculkan dampak berbeda bagi pelaku usaha telur asin di Brebes, Jawa Tengah.

Sebagian pedagang kecil mengeluhkan penurunan pembeli akibat berkurangnya kendaraan yang melintasi jalur Pantura dan singgah di pusat oleh-oleh, sementara pelaku usaha skala lebih besar justru mampu beradaptasi dan meningkatkan penjualan.

Salah satu pedagang, Nanda, yang telah berjualan selama sekitar 30 tahun, mengatakan kondisi pusat oleh-oleh kini jauh lebih sepi dibandingkan sebelum adanya jalan tol.

“Dulu dari ujung sampai ujung jualan telur asin semua. Sekarang tinggal empat kios yang bertahan,” kata Nanda kepada wartawan di Brebes, Jumat (20/3).

Ia menuturkan, pada masa sebelum tol beroperasi, kawasan tersebut dipadati kendaraan pemudik hingga menyebabkan kemacetan sepanjang hari.

“Dulu habis Lebaran macet total, siang malam ramai. Sekarang mah tengah jalan bisa tidur, saking sepinya,” ujarnya.

Penurunan jumlah pengunjung berdampak langsung pada penjualan. Jika sebelumnya mampu menjual hingga 2.000–3.000 butir telur asin per hari, kini hanya sekitar 100 butir.

Menurut dia, banyak pedagang yang menyewa kios tidak mampu bertahan karena tidak balik modal.

“Kebanyakan yang ngontrak tidak kuat, paling tiga sampai empat bulan sudah tutup,” katanya.

Penelitian Universitas Diponegoro tahun 2019 mencatat rata-rata volume penjualan turun dari sekitar 9.000 butir menjadi 3.000 butir per hari setelah adanya tol.

Di sisi lain, pelaku usaha skala lebih besar seperti Toko Telor Asin Bakar Yes justru mencatat peningkatan penjualan menjelang Lebaran.

Pemilik Toko Telor Asin Bakar Yes, Dhani Bagus Purnama, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai penyesuaian untuk mengikuti perubahan pola belanja pemudik.

“Kalau hari biasa sekitar 5.000 butir per hari. Menjelang Lebaran bisa 10.000 sampai 15.000 butir,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat (20/3).

Selain menjual telur asin rebus dan bakar, pihaknya juga mengembangkan berbagai olahan berbasis telur asin seperti saus dan makanan siap konsumsi untuk menarik minat pembeli.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

MU'ARIF SAM
MU'ARIF SAM
24 Mar 2026, 05:41 WIB.

Salah satu penyebabnya karena harga telor asin di Brebes lebih mahal daripada di Jakarta/Tangerang dan kualitas telornya beda2 (mungkin dioplos), rasanya hambar.

Balas
Toipah
Toipah
24 Mar 2026, 16:44 WIB.

Kenapa sepi krn harga telor asin lebih mahal sedangkn di tengerang lbh murah sy biasa beli di brebes skrg gk mau krn mahal ???

Balas
Aris Prasetio
Aris Prasetio
25 Mar 2026, 21:09 WIB.

Ya betul juga sii
Harga telur nya yg diatas rata2 telur asin dipasaran
Emang ada varian bakar, rebus dll tapi ya balik dengan harganya
Yang rata2 3rbuan atw 10rb/3 dipasar, sdg di brebes bisa 5rb-7rb persatuan

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.