Iran Ancam Balas Jika Fasilitas Energi Diserang, Respons Ultimatum Donald Trump
📅 Minggu, 22 Mar 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim PenulisTeheran - Iran akan mengambil langkah balasan jika fasilitas energi negara itu diserang, kata Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, Ahad (22/3), di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, AS akan menghancurkan pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar.
“Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, seluruh infrastruktur energi, serta fasilitas teknologi informasi dan desalinasi air milik AS dan rezim di kawasan akan menjadi sasaran sesuai peringatan sebelumnya,” kata Zolfaghari, seperti dikutip kantor berita Fars.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta target militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Sebaiknya Anda baca juga:
AS dan Israel awalnya menyatakan bahwa serangan “pencegahan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari program nuklir Iran, namun kemudian AS-Israel menegaskan bahwa mereka ingin menyaksikan terjadi perubahan kekuasaan di Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!