Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tegaskan Netralitas: Sri Lanka Tolak Pendaratan Jet Tempur AS

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 19:52 WIB | Oleh:
Tegaskan Netralitas: Sri Lanka Tolak Pendaratan Jet Tempur AS Doc: AFP
Ket. Anura Kumara Dissanayake

ISTANBUL - Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake, Jumat (20/3), mengungkapkan bahwa negaranya menolak permintaan dari AS untuk mengizinkan dua jet tempurnya mendarat di Bandara Internasional Mattala, menurut media lokal.

Ketika berbicara di parlemen, Dissanayake mengatakan bahwa Kolombo telah menerima permintaan terpisah pada 26 Februari – satu dari Iran yang meminta izin bagi tiga kapal angkatan laut untuk melakukan kunjungan persahabatan, menurut laporan News 1st.

Sedangkan permintaan satu lagi dari AS yang meminta izin pendaratan untuk dua pesawat tempur yang ditempatkan di dekat Djibouti untuk mendarat di Bandara Internasional Mattala, menurut laporan itu.

"Dengan dua permintaan di hadapan kami, keputusannya jelas," katanya, seraya mencatat bahwa pemerintah menolak keduanya untuk menghindari berpihak karena tanda-tanda peningkatan konflik muncul secara internasional.

Menurut New York Times, AS ingin mendarat dan memarkir dua pesawat militer yang sarat dengan senjata dan amunisi di Sri Lanka hanya dua hari sebelum serangan pertamanya ke Iran.

Presiden itu menekankan bahwa memberikan akses kepada salah satu pihak dapat mengkompromikan sikap netral Sri Lanka dan berisiko menyeret negara itu ke dalam konflik yang lebih dalam.

Untuk melindungi netralitas Sri Lanka, izin ditolak untuk kedua permintaan tersebut, katanya.

Dia memperingatkan bahwa jika izin diberikan kepada pihak mana pun, hal itu dapat mengekspos lokasi-lokasi penting, termasuk Bandara Internasional Mattala dan Pelabuhan Kolombo, terhadap ketegangan geopolitik.

"Kami tidak akan melakukan itu," kata Dissanayake, menegaskan kembali bahwa Sri Lanka tidak akan berada di bawah tekanan untuk meninggalkan netralitasnya.

Awal Maret, 104 pelaut Iran tewas dalam serangan AS di perairan internasional di lepas pantai selatan Sri Lanka ketika sebuah kapal selam AS menembak kapal perang Iran IRIS Dena di Samudra Hindia.

Kemudian, otoritas Sri Lanka mengatakan mereka menemukan 84 jenazah dari air dan menyelamatkan 32 pelaut, sementara yang lain masih hilang.

Beberapa hari kemudian, Sri Lanka mengevakuasi 208 kapal dari kapal Iran kedua, IRIS Bushehr, setelah kapal tersebut meminta bantuan dari Kolombo.

Kedua kapal tersebut sedang kembali dari latihan angkatan laut Milan Peace 2026 di India. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...
Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.