Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nyamannya Lebaran Tanpa Petasan dan Kembang api

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 22:00 WIB | Oleh:

Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid sering menyampaikan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut andil dalam menjaga ketertiban masyarakat, termasuk mengingatkan warga untuk tidak bermain-main dengan petasan atau kembang api.

Kiai Hamid mengaku bersyukur dan mengapresiasi kesadaran masyarakat di wilayahnya terkait permainan petasan dan kembang api yang mulai banyak berkurang. Selain menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menilai baik dan buruknya suatu pilihan perbuatan, berkurangnya permainan petasan ini juga menjadi indikasi semakin meningkatnya kualitas sumber daya manusia.

Mungkin, pada awalnya, permainan petasan itu bermotif hiburan, namun dalam perkembangannya justru menimbulkan rasa tidak nyaman di masyarakat, apalagi jika sampai ada korban meninggal akibat ledakan petasan dan kembang api.

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan membahayakan jiwa pelakunya. Secara ekonomi, permainan petasan, sejatinya sama dengan membakar uang, sehingga kebiasaan tersebut merupakan perbuatan sia-sia dan merugikan.

Secara hakikat, perbuatan sia-sia dan merugikan diri sendiri itu tidak sejalan dengan nilai agama, apalagi dalam momen khusus Idul Fitri atau Lebaran yang merupakan simbol dari perayaan kemenangan kaum Muslimin dalam melawan hawa nafsu lewat ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Karena itu, kebiasaan meninggalkan budaya menyalakan petasan dan kembang api pada momen Lebaran itu harus terus digalakkan dan merasuki kesadaran masyarakat secara lebih luas.

Jika demikian, maka Lebaran betul-betul akan menampilkan suasana yang damai, bersamaan dengan kembalinya jiwa umat Islam ke keadaan fitri atau suci.

Gema takbir yang intinya mengagungkan nama Allah tidak lagi dikotori oleh suara petasan dan kembang api. Para orang tua tidak lagi dihantui oleh ketakutan anak-anaknya berada dalam ancaman ledakan akibat petasan.

Kaum perempuan juga tidak lagi dihantui oleh ketakutan karena suami atau anak-anak lelakinya yang gemar membuat petasan, setiap menjelang Lebaran.

Meninggalkan kebiasan membuat dan menyalakan petasan atau kembang api, hakikatnya, sama dengan menghadirkan suasana yang nyaman dan damai di tengah masyarakat.

Secara ekonomi, hukum mengenai ketersediaan dan kebutuhan juga berlaku dalam peredaran petasan serta kembang api ini. Artinya, masih adanya produsen petasan dan kembang api, meskipun sudah banyak kasus korban meninggal dunia, karena kebutuhan di masyarakat masih ada.

Dengan demikian, jika masyarakat berhenti menyalakan petasan dan kembang api, maka produsen pada akhirnya akan meghentikan usahanya dan Lebaran kita tidak lagi dihebohkan dengan kasus ledakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.