Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi

📅 Senin, 02 Mar 2026, 05:44 WIB | Oleh:
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi Doc: Istimewa
Ket. Kasus ini terungkap setelah petugas menerima informasi adanya pembelian bahan yang diduga akan digunakan untuk membuat petasan

TULUNGAGUNG - Polisi menangkap dan mengamankan dua pelajar di bawah umur karena diduga hendak memproduksi petasan di wilayah Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur.

Dikutip dari Antara, Kasi Humas Polres Tulungagung Nanang Murdiyanto, Minggu (1/3), mengatakan kedua remaja tersebut berinisial AD (14) dan MF (12), warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol.

"Selama Ramadan, masyarakat sudah dilarang menyalakan, membuat, atau menjual petasan karena berpotensi mengganggu kamtibmas. Saat menerima laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan," ujarnya.

Kasus ini terungkap setelah petugas menerima informasi adanya pembelian bahan yang diduga akan digunakan untuk membuat petasan pada Jumat (27/2) sekitar pukul 15.00 WIB.

Polisi kemudian melakukan penelusuran ke lokasi yang dicurigai.

Dari hasil pemeriksaan di rumah salah satu terduga, petugas menemukan sejumlah barang bukti, termasuk sekitar satu kilogram bubuk mesiu serta bahan lain yang diduga akan digunakan untuk merakit petasan.

Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa gulungan petasan yang sudah jadi, pipa, gunting, isolasi, lembaran kertas, serta satu unit telepon seluler yang berisi percakapan terkait pembelian bahan.

Berdasarkan keterangan awal, AD mengaku tidak sendirian dan dibantu oleh MF dalam proses pembuatan petasan tersebut.

Keduanya kemudian dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Nanang menambahkan, saat ini perkara tersebut masih dalam proses pendalaman dan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan mempertimbangkan status keduanya yang masih di bawah umur.

Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama dalam penggunaan bahan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami minta orang tua lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aktivitas berbahaya, terlebih pada bulan Ramadan yang kerap diwarnai pembuatan petasan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.