Respon Cepat Gangguan Infrastruktur Selama Mudik, Kemen PU Siapkan 1.461 Unit DRU
📅 Jumat, 20 Mar 2026, 19:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan 1.461 unit Disaster Relief Unit (DRU) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. DRU tersebut disiagakan untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur jalan selama periode mudik.
Kesiapan tersebut merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah untuk menjaga kondisi jalan nasional tetap aman, nyaman, dan dapat dilalui masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapan material dan peralatan tanggap darurat menjadi faktor penting dalam menjaga konektivitas jalan nasional, khususnya pada masa mobilitas tinggi.
“Kementerian PU telah menyiapkan berbagai peralatan dan material tanggap darurat di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan infrastruktur jalan selama periode mudik dan balik Lebaran,” ujar Menteri PU di Jakarta, Jumat (20/3).
Secara nasional, sebanyak 1.461 unit DRU disiapkan dan tersebar di enam wilayah utama, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta Kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku.
Sebaiknya Anda baca juga:
Distribusi DRU disesuaikan dengan karakkteristik wilayah dan potensi risiko bencana di masing-masing koridor jalan nasional.
Di wilayah Sumatera disiapkan 244 unit DRU dengan material antara lain 28 unit Jembatan Bailey, 1.882 batang sandbag, 1.892 batang bronjong, 1.035 ton asbuton (CPHMA), 2 ton asphalt cold mix, 25 batang sheetpile, 73 unit box culvert, 85 meter armco, 9.200 m² geotextile, 300 sak tambalan cepat mantap (TCM).
Kemudian di Pulau Jawa sebagai wilayah dengan volume lalu lintas tertinggi disiapkan 428 unit DRU, terdiri dari 16 unit Jembatan Bailey, 3.337 batang sandbag, 4.686 batang bronjong, 13 ton asbuton (CPHMA), 121 ton asphalt cold mix, 286 batang sheetpile, 723 meter armco, dan 410 sak tambalan cepat mantap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya di Kalimantan disiapkan 233 unit DRU, meliputi 56 set Jembatan Bailey, 6.403 batang sandbag, 470 batang bronjong, 45 ton asbuton (CPHMA), 20 ton asphalt cold mix, 50 meter armco, dan 569 sak tambalan cepat mantap.
Lalu di wilayah Sulawesi disiapkan 196 unit DRU, terdiri dari 19 set Jembatan Bailey, 1.339 m³ material timbunan, 1.662 batang bronjong, 61 ton asbuton (CPHMA), 2 ton asphalt cold mix, 5 unit box culvert, 89 batang armco, dan 336 sak tambalan cepat mantap.
Untuk wilayah Papua disiapkan 141 unit DRU, antara lain: 9 set Jembatan Bailey, 9.832 m³ material timbunan, 130 batang bronjong, 22 ton asbuton (CPHMA), 5,7 ton asphalt cold mix, 6 batang sheetpile, 14 unit box culvert, 85 batang armco, 6.649 m² geotextile, dan 1.535 sak tambalan cepat mantap.
Terakhir di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara dan Maluku disiapkan 219 unit DRU, meliputi: 3 set Jembatan Bailey, 82 m³ material timbunan, 613 batang bronjong, 30 ton asbuton (CPHMA), 120 meter armco, dan 125 sak tambalan cepat mantap.
Material dan peralatan tersebut ditempatkan di titik-titik strategis jaringan jalan nasional untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kerusakan jalan, longsor, banjir, maupun gangguan lainnya yang berpotensi menghambat arus mudik.
Kesiapsiagaan DRU diberlakukan selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026, menyesuaikan dengan periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!