Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mayoritas Warga AS Percaya Donald Trump Siapkan Serangan Darat ke Iran

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mayoritas Warga AS Percaya Donald Trump Siapkan Serangan Darat ke Iran Doc: Antara
Ket. Orang-orang ikut serta dalam aksi protes dan pawai di Times Square pada Hari Al-Quds, untuk menentang perang gabungan AS-Israel terhadap Iran di Kota New York, Amerika Serikat pada 13 Maret 2026.

Washington - Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Kamis (19/3), menunjukkan bahwa sekitar 65 persen warga AS percaya Presiden AS Donald Trump akan mengerahkan pasukan darat untuk serangan militer skala besar melawan Iran.

Sementara itu, hanya 7 persen yang mendukung langkah itu.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 77 persen dari Partai Republik menyetujui serangan AS terhadap Iran, sementara 6 persen dari Partai Demokrat dan 28 persen dari kelompok independen menyetujuinya.

Secara keseluruhan, sekitar 37 persen responden menyetujui perang tersebut, dan 59 persen tidak menyetujuinya.

Menurut laporan tersebut, sekitar sepertiga warga Amerika mengatakan mereka akan mendukung pengerahan sejumlah kecil pasukan khusus ke Iran, dan 55 persen menentang pengerahan pasukan apa pun ke Iran, baik dalam jumlah besar maupun kecil.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.545 orang dewasa AS selama tiga hari. Margin kesalahan sekitar 3 poin persentase.

Sebelumnys pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran lantas melakukan serangan balasan di wilayah Israel, serta terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengeklaim melakukan serangan "pencegahan" untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin membuat perubahan rezim kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran kemudian menyatakan masa berkabung selama 40 hari.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia lantas mengecam operasi AS dan Israel terhadap Iran, dan menyerukan agar permusuhan tersebut segera dihentikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.