Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Trump Kritik NATO usai Tolak Amankan Selat Hormuz

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 00:58 WIB | Oleh:
Presiden Trump Kritik NATO usai Tolak Amankan Selat Hormuz Doc: X - The White House
Ket. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengkritik keras NATO karena menolak membantu mengamankan Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik dengan Iran. Ia menyatakan, sebagian besar sekutu Amerika Serikat juga tidak bersedia memberikan dukungan, sehingga menyulitkan upaya dalam menggalang koalisi internasional.

Trump mengklaim bahwa langkah militernya dilakukan demi kepentingan global, khususnya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Namun, konflik yang telah memasuki minggu ketiga ini mulai menimbulkan dampak signifikan terhadap ekonomi dunia, terutama pada sektor energi.

Trump mengeluhkan bahwa sekutu tidak bersedia memberikan bantuan sederhana, seperti mengirim kapal penyapu ranjau untuk menjaga jalur pelayaran. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap bertindak sendiri tanpa dukungan pihak lain.

Sementara itu, NATO menegaskan tidak akan terlibat dalam konflik karena aliansi tersebut bersifat defensif. “Sejumlah negara sekutu seperti Jepang, Australia, dan Korea Selatan juga menolak,” uangkap Gulf News, Rabu (18/3).

Kawasan Asia diperkirakan menjadi pihak yang paling terdampak karena ketergantungan tinggi terhadap impor energi melalui jalur tersebut. Uni Eropa melalui kepala kebijakan luar negeri Kaja Kallas menegaskan pihaknya tidak ingin terseret dalam konflik yang tidak mereka mulai.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan kesediaan membantu pengamanan Selat Hormuz, tetapi hanya dalam misi terpisah dari perang. Trump juga menyampaikan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, terkait dukungan militer yang terbatas.

Meski menghadapi penolakan luas, Amerika Serikat tetap mendorong negara-negara lain untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran dan kelompok sekutunya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington DC untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.