Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan

25 Kamis, 19 Mar 2026, 20:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadapi Musim Kemarau, Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan Hadapi Musim Kemarau, Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor perkebunan nasional

JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor perkebunan nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga produktivitas berbagai komoditas perkebunan agar tetap stabil meskipun menghadapi kondisi cuaca kering.

Komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, kelapa sawit, hingga tebu termasuk yang rentan terdampak jika kondisi kemarau tidak diantisipasi dengan baik. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat langkah mitigasi agar subsektor ini tetap tangguh.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah mendorong berbagai strategi adaptasi guna menjaga produktivitas.

“Mitigasi terus diperkuat melalui budidaya adaptif, penggunaan benih unggul tahan kering, serta pendampingan kepada pekebun agar produksi tetap terjaga,” ujarnya di Jakarta, Rabu (18/3)

Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan varietas tahan kekeringan, konservasi tanah dan air, serta pengelolaan kebun yang lebih efisien dalam penggunaan air. Pendampingan juga ditingkatkan untuk membantu pekebun menghadapi potensi serangan hama dan penyakit yang meningkat saat musim kemarau.

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan pentingnya pengelolaan kebun yang adaptif.

“Konservasi tanah dan air serta pemanfaatan informasi iklim menjadi kunci agar perkebunan tetap produktif di tengah kemarau,” katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mengembangkan demplot mitigasi dan adaptasi iklim. Melalui kebun percontohan ini, pekebun dilatih menerapkan teknik hemat air, mengelola kebun saat kemarau, hingga memanfaatkan limbah menjadi pupuk organik.

Penguatan tata kelola air juga dilakukan, termasuk di lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal untuk menjaga kelembapan tanah. Selain itu, program Pembukaan Lahan Tanpa Membakar (PLTB) terus digencarkan guna mencegah kebakaran yang rawan terjadi saat musim kemarau.

Kesiapsiagaan turut diperkuat melalui pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) serta Kelompok Tani Peduli Api.

Di tingkat lapangan, pekebun diimbau menerapkan langkah adaptif seperti penggunaan pupuk organik, efisiensi pemupukan, serta pemantauan kondisi tanaman secara rutin. Teknologi konservasi air seperti rorak dan biopori juga dianjurkan untuk menyimpan cadangan air.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap subsektor perkebunan tetap mampu bertahan dan berkembang meski menghadapi tekanan cuaca kemarau.

“Menjaga kebun hari ini berarti menjaga ekonomi dan masa depan Indonesia. Perkebunan tangguh, Indonesia kuat,” ujar Roni.

Sementara itu, salah satu pekebun binaan mengaku berbagai pendampingan tersebut membantu dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk saat musim kemarau yang semakin panjang dan tidak menentu.

 “Bagi kami, kebun adalah masa depan. Saat kemarau datang lebih lama, kami harus lebih pintar mengatur pola tanam dan menjaga ketersediaan air. Dengan pola tanam yang adaptif dan ramah lingkungan, kami siap menjaga perkebunan Indonesia tetap tangguh menghadapi tantangan iklim dunia,” ujarnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Sekolah Rakyat Perluas Ruang Berkarya Siswa

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Sekolah Rakyat Perluas Ruan...

Pemkot Bekasi Jamin Kenyamanan Investasi

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Jamin Kenyama...
Luar Negeri
Trump Melunak, Tarif 50 Per...
Luar Negeri
Pesisir Utara Uni Emirat Ar...
Olahraga
Lionel Messi Terima Penghar...
Luar Negeri
Bangladesh Pakai Pohon Pale...
Advertisement
Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

Bikin ASEAN Takjub, Kapal Selam Tanpa Awak Bikinan PT PAL Sabet Penghargaan Internasional

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.