Liga Champions: Dominasi Dipertanyakan, Klub Liga Inggris Berburu Kebangkitan di Leg Kedua 16 Besar
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 07:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKekalahan Tottenham Hotspur 2-5 dari Atletico Madrid juga tidak terlalu mengejutkan mengingat performa Spurs yang inkonsisten di kompetisi domestik.
Pelatih City, Pep Guardiola, menilai Liga Champions memang selalu menghadirkan tantangan yang berbeda.
“Liga Inggris dianggap liga terbaik di dunia, bukan? Tetapi kompetisi ini sangat sulit dan semua tim datang dengan persiapan yang sangat matang,” kata Guardiola.
Perbedaan Gaya Bermain
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan gaya permainan di Liga Inggris juga ikut menjadi sorotan. Musim ini, pertandingan di Inggris semakin identik dengan duel fisik, lemparan ke dalam jarak jauh, serta dominasi situasi bola mati.
Penyerang Newcastle United, Anthony Gordon, menggambarkan kerasnya atmosfer liga Inggris.
“Permainannya sangat tanpa henti secara fisik. Tidak banyak kontrol permainan, lebih seperti duel dan adu kekuatan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelatih Liverpool, Arne Slot, bahkan menyebut sepak bola Inggris kini tidak lagi “menyenangkan untuk ditonton” karena terlalu fokus pada situasi bola mati.
“Di sini Anda hampir bisa menabrak wajah kiper dan wasit tetap berkata ‘lanjutkan saja’,” katanya.
Sebaliknya, Slot sempat frustrasi dengan kepemimpinan wasit Spanyol Jesus Gil Manzano yang sangat ketat terhadap kontak fisik saat gol penyama kedudukan Liverpool dianulir dalam kekalahan 0-1 di Istanbul.
Di sisi lain, Pep Guardiola mencoba menyesuaikan diri dengan tren permainan yang lebih fisik di Inggris dengan memperkuat postur skuadnya di Manchester City. Namun pendekatan itu justru dinilai mengurangi kontrol dan ketenangan dalam penguasaan bola yang selama ini menjadi ciri khas timnya.
Akibatnya, lini pertahanan City terlihat rapuh ketika menghadapi Real Madrid, terutama saat gelandang Uruguay Federico Valverde mencetak hat-trick pada babak pertama di Santiago Bernabéu.
Kini, leg kedua babak 16 besar akan menjadi momen krusial. Bagi klub-klub Inggris, pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan tiket ke perempat final, melainkan juga kesempatan untuk memulihkan reputasi Premier League sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!