Kompleks Candi Prambanan Akan Dipugar dengan Melibatkan Arkeolog India
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 03:32 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ant
YOGYAKARTA – Candi Prambanan di Yogyakarta segera dipugar. Pekerjaan ini akan melibatkan arkeolog dari India. Hal ini mengemuka dalam dialog tim pemugaran dari Archaeological Survey of India (ASI) di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta untuk membahas tindak lanjut kerja sama konservasi dan pemugaran kompleks Candi Prambanan.
Upaya pelestarian di kawasan Candi Prambanan perlu dilihat dalam konteks lanskap budaya yang lebih luas. Kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem sejarah yang mencakup situs-situs penting lain di sekitarnya seperti Candi Sewu dan Candi Plaosan, yang menunjukkan jejak akulturasi tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.
Kompleks Prambanan tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari satu lanskap budaya besar bersama Candi Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi yang kita lakukan tidak hanya memulihkan bangunan candi, tetapi juga menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut.
Berdasarkan kunjungan lapangan awal yang dilakukan di kawasan Prambanan, Tim ASI menilai bahwa sejumlah candi perwara memerlukan upaya konservasi dan pemugaran lebih lanjut. Metode anastylosis, yaitu pemugaran dengan memanfaatkan kembali batu-batu asli yang ditemukan di lokasi situs perlu untuk dilakukan.
Melalui metode ini, struktur candi dapat direkonstruksi dengan menggunakan sebagian besar material asli, sementara penambahan batu baru hanya dilakukan secara terbatas untuk kebutuhan struktural.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim ASI juga menyoroti tantangan utama dalam proses pemugaran, yakni elemen batu arsitektur yang tersebar di area situs. Kondisi ini membuat proses identifikasi batu yang berasal dari masing-masing candi menjadi kompleks dan membutuhkan tahapan dokumentasi serta pengelompokan tipologi batu secara cermat.
Oleh karena itu, tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada dokumentasi menyeluruh terhadap struktur candi dan komponen batu yang tersedia. Lebih lanjut, untuk memastikan metode yang tepat, Tim ASI mengusulkan pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) pada satu atau dua candi perwara terlebih dahulu.
Hasil dari proyek tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum pemugaran dilanjutkan ke struktur lainnya secara lebih luas. Pemerintah mengapresiasi atas pengalaman dan kontribusi internasional yang telah dilakukan oleh ASI dalam pemugaran situs-situs warisan dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Indonesia terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs-situs warisan budaya, khususnya di kawasan Candi Prambanan. Dia berharap melalui kolaborasi ini proses konservasi candi-candi perwara dapat dipercepat, dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip pelestarian warisan budaya.
"Kami juga terbuka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, untuk membantu mengidentifikasi dan menyusun kembali komponen batu candi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama internasional dalam pelestarian warisan budaya dunia. Ia berharap kerja sama dengan ASI dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen teknis dan mekanisme kerja sama resmi.
ADG Conservation and World Heritage Janhwij Sharma menjelaskan bahwa ASI merupakan lembaga arkeologi India yang berdiri sejak 1861 dan saat ini mengelola ribuan monumen bersejarah, termasuk sejumlah situs warisan dunia.
Selain melakukan konservasi di India, ASI juga aktif memberikan dukungan teknis pemugaran pada situs penting di berbagai negara seperti Kamboja, Laos, Vietnam, Uzbekistan, dan Mongolia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!