Ancaman Ketidakpastian Global, Panca Wira Usaha Fokus Efisiensi dan Optimalisasi Aset

Selasa, 17 Mar 2026, 14:30 WIB

SURABAYA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Panca Wira Usaha (PWU) melakukan antisipasi terkait perkembangan di Timur Tengah yang menimbulkan ancaman krisis energi dan ketidakpastian global berkepanjangan. 

Direktur Utama PWU, Erlangga Satriagung, mengatakan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang properti tersebut menerapkan program efisiensi di berbagai kegiatan operasional perusahaan.

Ket. Foto: Erlangga Satriagung, mengatakan, PWU mulai menerapkan metode perhitungan sewa berbasis cost and benefit, menggantikan metode lama yang menggunakan persentase dari NJOP, yang membuat harga sewa terlalu tinggi. — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

“Sekarang eranya efisiensi. Banyak kegiatan yang kita kurangi, termasuk perjalanan dinas maupun kegiatan seremonial,” katanya.

Selain efesiensi, PWU juga menargetkan optimalisasi aset sebagai program utama pada tahun 2026 guna meningkatkan kinerja dan pendapatan perusahaan. Upaya ini dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan aset yang telah memiliki kejelasan status kepemilikan.

Menurut Erlangga, optimalisasi aset menjadi prioritas karena masih banyak aset perusahaan yang belum termanfaatkan secara maksimal. Sebagian aset bahkan masih dikuasai pihak ketiga atau terkendala dokumen administrasi.

“PWU pada 2026 ini fokus pada optimalisasi aset. Memang masih ada banyak aset yang bermasalah, ada yang dikuasai pihak ketiga dan ada juga yang dokumennya belum lengkap. Yang sudah bisa diselesaikan itu yang akan kita optimalkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pengelolaan aset BUMD dapat lebih produktif. 

Dalam mengoptimalkan aset, PWU juga mulai menerapkan metode perhitungan sewa berbasis cost and benefit. Skema ini menggantikan metode lama yang menggunakan persentase dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yang dinilai membuat harga sewa terlalu tinggi.

“Dengan pendekatan cost and benefit, kita menghitung biaya pemeliharaan aset per tahun, kemudian nilai sewanya harus lebih tinggi dari biaya tersebut. Jadi lebih realistis dan kompetitif,” jelasnya.

PWU saat ini memiliki sekitar 112 titik aset yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur, di antaranya di Surabaya, Pasuruan, Pandaan, Madiun, dan Malang, dengan luasan mulai ribuan meter persegi hingga beberapa hektare.

Melalui strategi optimalisasi aset dan efisiensi operasional tersebut, PWU berharap kinerja perusahaan pada 2026 dapat meningkat sekaligus memberikan kontribusi lebih besar bagi pendapatan daerah.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.