Praktisi Kesehatan: Warga Perlu Waspadai Flu dan Batuk Meningkat saat Kemarau
Kamis, 06 Agu 2026, 20:00 WIBJAKARTA - Kasus batuk, pilek, dan demam meningkat dalam beberapa bulan terakhir saat musim kemarau. Keluhan disebabkan berbagai virus pernapasan yang masih bersirkulasi di masyarakat.
Virus penyebab meliputi influenza, RSV, serta Covid-19 dengan aktivitas lebih rendah. Gejala meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan tubuh lemas.
Praktisi kesehatan, dr Suci Nurika Haviza, mengatakan peningkatan kasus dipengaruhi perubahan musim dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Kontak di sekolah maupun perkantoran, menurut dia, mempercepat penyebaran virus pernapasan.
"Daya tahan tubuh menurun akibat kurang istirahat, stres, serta pola makan kurang baik ikut meningkatkan risiko infeksi," kata dr Suci, Rabu (5/8), seraya mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau.
Masyarakat berisiko tinggi, lanjutnya, harus segera berobat bila mengalami gejala berat. Tanda bahaya meliputi demam lebih tiga hari, sesak napas, dan penurunan kesadaran.
âKelompok rentan mencakup bayi, balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Penderita asma, diabetes, penyakit jantung, dan PPOK juga memerlukan perhatian khusus,â ujar dia.
Pencegahan penularan dilakukan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan memakai masker saat sakit. Masyarakat juga dianjurkan beristirahat cukup, makan bergizi, dan memenuhi kebutuhan cairan.
Anak-anak dianjurkan melengkapi vaksinasi sesuai jadwal untuk meningkatkan perlindungan. Vaksin influenza juga dapat dipertimbangkan bagi orang dewasa, terutama kelompok berisiko.
Menurut dr Suci, batuk, pilek, dan demam tidak boleh dianggap sepele. "Segera periksa ke tenaga kesehatan bila sesak napas, demam berkepanjangan, atau kondisi semakin memburuk," ujar dia.
Berdasarkan pemantauan global minggu ke-29 tahun 2026, aktivitas virus pernapasan masih didominasi pola musiman. Tingkat positif influenza global tetap di bawah sepuluh persen dan aktivitas SARS-CoV-2 tetap rendah.
Di belahan bumi selatan, tingkat positif influenza mencapai sekitar 15 persen di wilayah tertentu. Sementara itu, tingkat positif RSV juga dilaporkan tetap rendah secara global.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan belum ditemukan virus pernapasan baru penyebab wabah global. WHO tetap mendorong penguatan surveilans influenza, RSV, dan SARS-CoV-2 di seluruh negara. ils/I-1
- Jaga Kesehatan
- Flu dan Batuk
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.