Gus Ipul Minta Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati di Pati Dihukum Seumur Hidup

Minggu, 10 Mei 2026, 00:00 WIB

SURABAYA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa ia mengutuk keras kasus dugaan

kekerasan seksual yang dilakukan terhadap sejumlah santriwati oleh pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, baru-baru ini. 

Ket. Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan keterangan pers di di Surabaya, Sabtu (9/5). — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

"Mengutuk keras, kita mendukung hukuman paling keras," ujarnya di Surabaya, Sabtu (9/5).

Gus Ipul mengatakan, kasus tersebut telah mencemari perjuangan kalangan pesantren karena lebih banyak santri dan pesantren yang telah berbuat baik dan memiliki kontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Kita sampaikan di depan, lebih banyak pesantren yang telah melayani dengan baik dan berkontribusi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka kalau ada pesantren yang seperti ini kita merasa ternodai, kita ikut tersinggung, dan sangat kecewa."

"Untuk itu kita pikirkan santrinya dan untuk pelaku harus kita kawal supaya dapat hukuman paling keras. Kurungan seumur hidup," tegasnya. 

Mensos menambahkan, saat ini segenap pihak juga memikirkan nasib para santri ponpes tersebut, baik yang menjadi korban ataupun tidak. 

"Para korban langsung ataupun tidak lamgsung harus kita pikirkan dengan baik. Akan dilakukan pendampingan, kita pulihkan bersama-sama."

"Santri-santrinya akan dimitigasi kalau lembaganya ditutup akan dipindahkan ke pesantren lain. Ini sedang dipikirkan oleh Kementrian Agama," tutupnya. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.