Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Dampak Perang Iran, Pemprov Jatim Fokus Layani Investor untuk Jaga Iklim Investasi

📅 Selasa, 17 Mar 2026, 17:24 WIB | Oleh:
Ancaman Dampak Perang Iran, Pemprov Jatim Fokus Layani Investor untuk Jaga Iklim Investasi Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Erma mengatakan, target investasi Jatim pada 2026 dipatok sebesar 147,7 triliun dolar AS. Angka tersebut setidaknya diharapkan bisa menyamai bahkan melampaui realisasi tahun 2025.

SURABAYA - Ancaman krisis energi dan ekonomi yang muncul akibat serangan Amerika Serikat - Israel ke Iran, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam menjaga iklim investasi di Jawa Timur (Jatim). 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu Ermawati, mengakui, kondisi geopolitik global yang memanas berpotensi memengaruhi psikologis investor, khususnya untuk investasi berskala besar. Hingga saat ini, katanya, dampak konflik Timur Tengah belum signifikan terhadap realisasi investasi di Jatim.

"Tentunya akan sedikit berdampak, tapi kami optimis meskipun tidak selancar dulu. Di Jawa Timur investor rata-rata kerasan (betah) di sini."

Menurut Erma, untuk menjaga ketahanan investasi, DPMPTSP akan fokus memberikan layanan terbaik kepada para investor dan calon investor

"Saya mencari kiat yang berbeda, 

Prinsupnya kita memberikan pelayanan yang terbaik. Dampak kerja kita dirasakan puas, orang bisa meraskaan sehingga kepercayaan terjaga."

"Kita jaga kepercayaan mereka supaya tetap berinvestasi. Kita layani sebaik mungkin dan kalau ada masalah kita selesaikan," lanjutnya. 

"Itu menjadi promosi yang cukup manjur untuk membuat mereka bertahan. Bahkan ikut mengundang teman-temannya, kalau yang indukan (perusahaan besar) datang, yang kecil-kecil akan mengikuti," tutur Erma. 

Erma menjelaskan, perusahaan besar selalu mengutamakan ketersedian cluster industri yang jelas sebagai syarat untuk masuk. 

"Bagi mereka cluster industri harus jelas, perusahaannya di mana, hulunya di mana, dan marketnya di mana. Ini yang sedang kita bahas bersama," ungkapnya. 

Erma mengatakan target investasi Jatim pada 2026 dipatok sebesar 147,7 triliun dolar AS. Angka tersebut setidaknya diharapkan bisa menyamai bahkan melampaui realisasi tahun 2025.

“Targetnya di tahun 2026 ini 147,7 triliun rupiah. Jadi sebenarnya kita ya paling tidak harus melampaui itu atau sama,” ujarnya, Selasa (17/3). 

Menurutnya, hal itu karena sebagian besar investasi yang berjalan pada 2026 merupakan kelanjutan dari komitmen investor yang sudah masuk sejak tahun sebelumnya.

“Kalau saya melihat mereka sudah ada beberapa yang masuk dari 2025, paling tidak ada yang nambah,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.