Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tumbilotohe Underwater Sarana Jaga Kelestarian Ekosistem Laut di Provinsi Gorontalo

📅 Senin, 16 Mar 2026, 13:55 WIB | Oleh:
Tumbilotohe Underwater Sarana Jaga Kelestarian Ekosistem Laut di Provinsi Gorontalo Doc: antara foto
Ket. Komunitas penyelam Gorontalo.

GORONTALO - Komunitas Penyelam Gorontalo yang tergabung dalam Wawahe'a Gorontalo Community mengatakan pelaksanaan "Tumbilotohe Underwater" atau tradisi malam pasang lampu bawah laut di bulan ramadhan, adalah sarana menjaga kelestarian ekosistem laut di Provinsi Gorontalo.

Perwakilan Wawahe'a Gorontalo Community Darman Syah Lubis di Gorontalo, Senin (16/3), mengatakan tradisi itu sudah tujuh kali dilaksanakan setiap malam ke 26 bulan Ramadan.

"Kami gabungan komunitas penyelam, menjadikan tradisi malam pasang lampu Gorontalo sebagai sarana pelestarian alam, sekaligus promosi pariwisata," kata Darman.

Jika biasanya tradisi malam pasang lampu hanya dilaksanakan di darat, Wawahe'a Gorontalo Community mengemas dengan inovasi yang lebih moderen, namun tetap mengedepankan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Malam pasang lampu adalah tradisi yang bertujuan mempererat silaturahmi antar warga, serta memiliki tujuan untuk menerangi jalan bagi umat Islam yang akan pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah tarawih di penghujung ramadhan.

Dengan tujuan tersebut, maka komunitas penyelam berinovasi untuk menggelar di bawah laut dan mengemas menjadi Gorontalo Tumbilotohe Underwater.

Kegiatan ini menjadi sarana pengembangan promosi wisata, serta sosialisasi dan edukasi kelestarian ekosistem laut.

Dalam setiap pelaksanaannya, Gorontalo Wawahe'a Community turut melibatkan berbagai komunitas penyelam yang terdiri dari personel Lanal Gorontalo, Edu Dive, Basarnas, serta Polairud Polda Gorontalo yang telah memiliki lisensi penyelam.

Dari segi teknis pelaksanaan, "Gorontalo Tumbilotohe Underwater" dilakukan dengan cara para penyelam turun ke laut pada malam hari setelah pelaksanaan shalat tarawih dan memasang puluhan balon khusus di kedalaman delapan sampai 10 meter.

Saat berada di dalam air, para penyelam akan membentuk formasi serta membentangkan bendera merah putih dan bendera masing-masing komunitas atau instansi, lalu mendokumentasikan dan menyebarluaskan melalui media sosial.

"Pada tahun ini Gorontalo Tumbilotohe Underwater berjalan dengan lancar, kami tetap memerlukan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, agar kegiatan ini benar-benar dapat memajukan sektor pariwisata daerah, sekaligus edukasi kelestarian alam," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.