Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mudik Lebaran Aman bagi Pasien Jantung: Tips untuk Gangguan Irama Jantung

📅 Senin, 16 Mar 2026, 12:10 WIB | Oleh:
Mudik Lebaran Aman bagi Pasien Jantung: Tips untuk Gangguan Irama Jantung Doc: Heartology Cardiovascular Hospital
Ket. Ilustrasi pemudik

Mudik Lebaran sering kali identik dengan perjalanan panjang, kelelahan, dan perubahan pola aktivitas. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tidak menjadi masalah. Namun bagi pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia, perjalanan jauh perlu direncanakan dengan lebih matang agar tetap aman.

Menurut Dr. dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Heartology Cardiovascular Hospital, pasien dengan aritmia sebenarnya tetap dapat bepergian, termasuk melakukan perjalanan jauh, selama kondisi jantungnya stabil dan terkontrol.

“Sebagian besar pasien aritmia tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. Namun faktor seperti kelelahan, dehidrasi, stres perjalanan, atau terlambat minum obat dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar atau pusing,” jelas dr. Dicky.

Sejumlah penelitian dan panduan klinis internasional menunjukkan bahwa perjalanan jauh, termasuk penerbangan, umumnya aman bagi pasien aritmia yang stabil secara klinis. Namun pasien tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting sebelum dan selama perjalanan.

Tips Aman Mudik bagi Pasien dengan Gangguan Irama Jantung

1. Pastikan kondisi jantung stabil sebelum berangkat

Sebelum melakukan perjalanan jauh, pasien aritmia disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Evaluasi ini penting untuk memastikan kondisi jantung stabil serta memastikan terapi dan obat yang dikonsumsi sudah optimal.

2. Jangan melewatkan obat

Pasien perlu membawa persediaan obat yang cukup selama perjalanan, termasuk cadangan obat jika perjalanan mengalami keterlambatan. Konsumsi obat secara teratur sangat penting untuk menjaga stabilitas irama jantung.

3. Hindari kelelahan dan kurang tidur

Perjalanan jauh sering kali membuat seseorang kurang beristirahat. Padahal, kurang tidur dan stres fisik dapat memicu munculnya aritmia pada sebagian pasien.

4. Jaga hidrasi dan pola makan

Dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung. Oleh karena itu, pasien dianjurkan cukup minum air putih, serta membatasi konsumsi minuman berkafein atau minuman berenergi yang dapat memicu jantung berdebar.

5. Lakukan istirahat secara berkala

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.