Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Begini Cara Memeriksa Peradangan Ginjal

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 11:48 WIB | Oleh:
Begini Cara Memeriksa Peradangan Ginjal Doc: ist
Ket. kesehatan ginjal

JAKARTA – Banyak yang tidak peduli dengan kesehatan ginjal. Maka, dia jarang memeriksakan ke dokter. Sebenarnya, kesehatan ginjal bisa dicek dari urin. Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB Pernefri) Dr dr Pringgodigdo Nugroho menyarankan pentingnya periksa urine atau air kencing terutama usia muda. Ini penting untuk mendeteksi dini peradangan ginjal atau glomerulonefritis.

Dalam temu media, Pringgodigdo mengatakan radang ginjal menjadi penyakit yang sering terjadi pada usia muda. Penyakit ini sering kali di awal tidak menimbulkan gejala, namun biasanya dapat ditemukan melalui pemeriksaan urine.

“Yang di muda-muda udah gagal ginjal kebanyakan itu karena penyakit ini peradangan ginjal, karena enggak pernah periksa urine. Bisa diketahuinya hanya dengan pemeriksaan, karena enggak ada gejala,” tutur Pringgodigdo.

Pringgodigdo mengatakan bahwa di urine terdapat sel darah merah (eritrosit) atau ada albumin yang harusnya negatif. Salah satu tanda yang kerap diabaikan adalah urine yang sudah berbusa. Pada kondisi urine atau air kencing yang sudah berbusa itu bisa menunjukkan adanya kebocoran albumin dalam urine dengan kadar yang cukup tinggi.

“Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya,” kata dia.

Dokter yang menamatkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam di Universitas Indonesia itu menekankan pentingnya gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyakit ginjal. “Kalau enggak ada gejala ya paling enggak setahun sekali gitu diperiksa,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Pringgodigdo menambahkan pentingnya memperhatikan pola makan terutama generasi muda dalam mencegah penyakit ginjal. Ia mengatakan salah satu faktor risiko penyakit ginjal adalah tingginya konsumsi makanan yang dapat memicu obesitas.

“Itu harus dihindari. Misalnya mengonsumsi yang manis-manis kan kalorinya tinggi. Nanti secara tidak langsung bisa melalui diabetes juga bisa,” kata dia. Konsumsi makanan instan yang tinggi garam dapat memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi yang berlangsung lama, di mana bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit ginjal.

Selain pola makan, gaya hidup sedentary atau kurang aktivitas fisik juga memicu risiko penyakit ginjal. “Sekarang ke mana-mana yang deket harus naik motor padahal kan bisa jalan kaki. Jalan itu kan membantu membakar kalori,” imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.