Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Perlu Pengalaman Nyata untuk Membangun Kecerdasan Interpersonal

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 11:41 WIB | Oleh:
Anak Perlu Pengalaman Nyata untuk Membangun Kecerdasan Interpersonal Doc: ist
Ket. sentuhan nyata

JAKARTA – Ketertarikan anak pada media sosial dan gim digital sangat dipengaruhi oleh paparan yang diberikan sejak kecil. Jika anak terbiasa melihat layar dengan gambar bergerak, suara, dan efek yang menarik, mereka akan menganggap itu sebagai sumber hiburan utama.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof Dr Rose Mini Agoes Salim menilai, anak perlu lebih banyak mengalami interaksi langsung dibanding hanya terpapar dunia virtual sejak dini.  “Kalau sejak kecil sudah terpapar platform digital, dia merasa itu yang paling menarik. Sementara itu, main boneka, misalnya, menuntut imajinasi karena bonekanya tidak bisa bergerak atau bersuara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengalaman nyata berperan penting dalam membangun kecerdasan interpersonal, yaitu kemampuan menjalin hubungan dan memahami orang lain. Anak belajar empati bukan dari layar, melainkan dari interaksi langsung dengan teman sebaya. Saat mengikuti perlombaan dan mengalami kekalahan, misalnya, anak belajar merasakan emosi tidak nyaman, lalu menerima dukungan dari teman.

“Pengalaman kalah itu tidak enak. Tapi ketika teman bilang tidak apa-apa, kita sudah mencoba, itu membentuk empati dan kemampuan mengelola emosi,” katanya. Keterampilan, lanjut dia, seperti berkomunikasi, mencari teman, hingga memahami perasaan orang lain hanya bisa diasah melalui pengalaman langsung. Jika anak lebih banyak menghabiskan waktu di dunia virtual, kesempatan untuk melatih keterampilan sosial menjadi berkurang.

Guru besar yang juga kerap dipanggil Bunda Romy itu menekankan pada fase awal kehidupan, anak perlu lebih banyak aktivitas yang bersifat nyata, seperti bermain bersama, berolahraga, atau mengikuti kegiatan kelompok. Jika sejak kecil anak terbiasa membangun relasi secara langsung, saat remaja mereka cenderung lebih nyaman berinteraksi tatap muka dibanding hanya berkomunikasi lewat gawai.

“Teknik berteman itu dipelajari dari pengalaman. Anak perlu tahu bagaimana berbicara agar teman mau bermain bersama, bagaimana bersikap saat berbeda pendapat. Itu tidak bisa digantikan oleh interaksi virtual,” ujar dia. Karena itu, ia mendorong orang tua memberi ruang bagi anak untuk berinteraksi secara langsung dan tidak menjadikan gawai sebagai sumber hiburan utama sejak usia dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.