Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perjalanan Mudik Lebaran Sangat Menguras BBM, Pakar Ini Beri Tips Cara Hemat Bensin

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 22:58 WIB | Oleh:
Perjalanan Mudik Lebaran Sangat Menguras BBM, Pakar Ini Beri Tips Cara Hemat Bensin Doc: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ket. Ilustrasi kendaaan pemudik melintas di Jalan Tol Semarang-Solo, Boyolali, Jawa Tenga.

JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran dapat dilakukan lebih hemat energi jika pengendara memperhatikan gaya mengemudi, kondisi kendaraan, serta perencanaan perjalanan, dan prinsip penghematan energi yakni menekan energi yang terbuang dari beberapa sumber utama.

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan bahwa energi paling banyak terbuang dari tiga faktor utama, yaitu gaya mengemudi yang agresif, hambatan dari ban dan gesekan kendaraan dengan jalan, serta tambahan beban pada kendaraan. Selain itu, pengemudi juga perlu mengendalikan konsumsi energi melalui perencanaan rute dan waktu keberangkatan yang tepat.

"Mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yang tidak diantisipasi akan membuat konsumsi energi meningkat signifikan," ujar Yannes ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (12/3).

Selain gaya mengemudi agresif yang dapat membuat konsumsi energi meningkat signifikan, Yannes menyebut kondisi lalu lintas yang tidak diantisipasi sehingga menyebabkan pola stop-and-go juga dapat memperburuk efisiensi.

“Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15-30 persen di jalan tol dan 10-40 persen pada kondisi lalu lintas padat,” kata dia.

Karena itu, persiapan sebelum perjalanan menjadi faktor penting untuk menghemat bahan bakar. Pengemudi juga disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi sehat melalui servis berkala, mengganti oli sesuai interval, serta menjaga filter udara tetap bersih agar mesin dapat bekerja optimal.

Selain itu, tekanan ban juga perlu diperiksa sebelum berangkat. Tekanan ban sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan saat kondisi ban masih dingin.

"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros".

Rolling resistance adalah hambatan yang muncul ketika ban kendaraan bergulir di permukaan jalan, sehingga mesin membutuhkan energi tambahan untuk menjaga kendaraan tetap bergerak.

Secara sederhana, rolling resistance terjadi karena ban tidak benar-benar kaku. Saat ban menyentuh jalan, bentuknya sedikit berubah (tertekan), lalu kembali ke bentuk semula saat berputar. Proses deformasi ini menyebabkan sebagian energi terbuang sebagai panas.

Selama perjalanan, pengemudi dianjurkan menjaga gaya berkendara yang stabil. Akselerasi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan kecepatan dijaga konstan. Jika kendaraan dilengkapi fitur cruise control, fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga kestabilan kecepatan.

Pada perjalanan di jalan tol, sedikit menurunkan kecepatan juga dapat memberikan penghematan yang cukup terasa karena konsumsi energi meningkat tajam pada kecepatan tinggi. Sementara itu, saat menghadapi kemacetan, penghematan terbesar biasanya berasal dari mengurangi agresivitas berkendara serta menghindari kondisi mesin menyala terlalu lama tanpa bergerak.

"Terakhir, kurangi beban bawaan tidak perlu di bagasi, hindari penggunaan roof rack kosong yang meningkatkan hambatan kendaraan," jelas Yannes. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.