Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri HAM Tegaskan Pemerintah Siap Lindungi Pers dari Intimidasi

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 14:30 WIB | Oleh:
Menteri HAM Tegaskan Pemerintah Siap Lindungi Pers dari Intimidasi Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai

JAKARTA – Menteri HAM, Natalius Pigai, meminta insan pers tetap berani mengungkap fakta dan membela kebenaran dalam setiap karya jurnalistiknya. Menurut dia, pemerintah siap untuk melindungi media jika mengalami intimidasi atau kekerasan dari pihak manapun.

Hal itu disampaikannya pada peluncuran program Media, Pers, dan Pembangunan Peradaban Hak Asasi Manusia di Indonesia, Rabu (11/3).

“Mari kita menjadi pembela kebenaran dan HAM, jika ada pers yang dianiaya saya akan pasang badan,” kata dia.

Pigai mengakui peran media sangat menentukan kehidupan demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. Menurut dia, tanpa kehadiran pers, masyarakat akan kesulitan memperoleh informasi yang benar sekaligus memperjuangkan keadilan.

Menteri juga menekankan pers memiliki kekuatan besar dalam mengawasi berbagai lembaga, mulai dari pemerintah hingga korporasi. Menurut dia, fungsi kontrol media menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan.

“Pers itu kekuatannya di atas negara. Baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif serta korporasi, semuanya dikontrol oleh pers,” tegas dia.

Menurut Pigai, media kerap berperan menghadirkan keadilan ketika sistem hukum tidak berjalan secara optimal.

“Pers sering membuka persoalan yang tidak tertangani dengan baik oleh aparat penegak hukum sehingga mendorong perhatian publik,” ujar dia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan selain wartawan, masyarakat juga aktif menyuarakan HAM melalui media sosial. Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuat laporan pelanggaran HAM semakin banyak muncul dari pengguna media sosial.

Nezar menekankan fenomena ini menunjukkan perluasan makna pilar keempat demokrasi. Jika sebelumnya peran itu identik dengan media massa, kini ruang tersebut juga diisi oleh media sosial.

“Kehadirannya semakin berpengaruh dalam menyuarakan isu-isu publik,” ujar dia.

Sehingga Nezar mempertanyakan apakah media sosial sudah menjadi pilar keempat selain media konvensional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Mural Timnas Argentina Hiasi Tembok di Ternate

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Mural Timnas Argentina Hias...

Trump akan Menghapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump akan Menghapus Suriah...

KTT Pemimpin Muda Hijau Internasional

2 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
KTT Pemimpin Muda Hijau Int...
Nasional
Tren Menikah Terjadi Pendew...
Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

08 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.