Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Informasi Stok BBM Simpang Siur, Risiko Panic Buying Mengintai

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Informasi Stok BBM Simpang Siur, Risiko Panic Buying Mengintai Doc: ANTARA/MUHAMMAD IZFALDI
Ket. PERKEMBANGAN STOK BBM - Pekerja mengisi tangki truk distribusi bahan bakar minyak di Fuel Terminal Pulau Baai, Kota Bengkulu, Bengkulu, beberapa waktu lalu. Di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia akibat gangguan rantai distribusi, pemerintah memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dengan kapasitas penyimpanan sekitar 21–25 hari.

Pemerintah perlu memperkuat cadangan energi nasional sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia.

JAKARTA – Pemerintah diminta berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terkait ketersediaan minyak di dalam negeri di tengah meningkatnya gejolak geopolitik global. Komunikasi yang tidak utuh atau disampaikan tanpa konteks yang jelas berpotensi memicu persepsi kelangkaan di masyarakat.

Kondisi tersebut dapat mendorong perilaku panic buying, terutama pada komoditas energi yang sangat sensitif terhadap isu pasokan. Karena itu, penyampaian informasi publik perlu dilakukan secara terukur, transparan, dan konsisten agar tidak menimbulkan spekulasi di pasar serta tetap menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan konsumen.

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan pemerintah agar menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan BBM nasional. Dia menilai pernyataan mengenai stok BBM yang hanya sekitar 21–25 hari perlu dijelaskan secara utuh agar tidak disalahartikan sebagai tanda kelangkaan, karena angka tersebut merujuk pada cadangan operasional, bukan total pasokan yang akan habis dalam waktu tersebut.

“Ketika masyarakat mendengar bahwa stok BBM hanya tersedia untuk sekitar tiga minggu, sebagian orang langsung menganggap akan terjadi kelangkaan. Padahal yang dimaksud adalah kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional, bukan berarti pasokan BBM akan habis dalam waktu tersebut,” ujar Nevi di Jakarta, Rabu (11/3).

Nevi menegaskan komunikasi publik yang tidak lengkap berpotensi memicu panic buying, terutama di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap situasi geopolitik. Dia menilai aksi pembelian berlebihan justru dapat menciptakan kelangkaan buatan dan mengganggu distribusi energi.

Karena itu, pemerintah diminta memperkuat komunikasi berbasis data, menjaga kelancaran distribusi, serta memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan BBM. Selain itu, Politisi Fraksi PKS tersebut juga mendorong penguatan cadangan energi nasional sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia.

Anggota Komisi XII DPR RI Syarif Fasha menyatakan Indonesia masih harus mengandalkan impor BBM karena produksi minyak nasional sekitar 600 ribu barel per hari, jauh di bawah kebutuhan domestik yang mencapai 1,6 juta barel per hari. Selisih tersebut membuat impor dari berbagai negara, termasuk Timur Tengah, Asia Timur, dan Amerika, masih menjadi penopang pasokan energi nasional.

Tahan Harga

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM subsidi tidak akan naik setidaknya hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, meski muncul kekhawatiran akibat dinamika geopolitik global. Dia memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman dengan kapasitas penyimpanan sekitar 21–25 hari, serta pasokan yang terus berjalan melalui produksi dan impor.

"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup. Jadi, yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tetapi itu kan dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita nggak ada masalah," tegas Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.