Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perempuan di Dunia Digital: Kesempatan Sama untuk Semua

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 16:08 WIB | Oleh:

Ketiga, keamanan dan kenyamanan. Kekerasan dan pelecehan di dunia maya membuat banyak perempuan takut berekspresi atau enggan mencoba hal baru. Jika platform tidak menyediakan fitur pelaporan dan perlindungan data yang jelas, pengguna rentan menjadi korban.

Keempat, komitmen yang naik-turun. Ada tanda sebagian perusahaan mengendurkan komitmen pada program keberagaman. Padahal, saat teknologi berubah cepat (termasuk AI), kita butuh lebih banyak sudut pandang agar kebijakan dan produk lebih adil.

Langkah praktis

Ada beberapa langkah praktis yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan komitmen tersebut.

Pertama, buat akses jadi nyata. Perluasan jaringan di wilayah tertinggal, paket khusus yang terjangkau (misalnya paket belajar atau paket UMKM), dan opsi cicilan perangkat berbiaya rendah. Pengalaman banyak negara menunjukkan, saat harga turun, adopsi perempuan naik.

Kedua, ajari dari yang paling dasar. Program literasi digital bertahap, mulai dari cara aman memakai internet (melindungi akun, waspada penipuan), lalu mengelola usaha daring, hingga keterampilan kerja, seperti presentasi atau desain sederhana. Materi bahasa lokal dan contoh sehari-hari membuat orang cepat paham dan percaya diri.

Ketiga, jadikan AI "setara petugas manusia". Untuk layanan pelanggan, tetapkan standar "AI setara agen": hasil harus akurat, tidak bias, bisa dijelaskan, dan ada petugas manusia untuk kasus rumit. Ukur kualitasnya secara berkala.

Keempat, ciptakan ruang digital yang aman. Platform perlu fitur pelaporan yang mudah, perlindungan data yang kuat, dan edukasi antikekerasan daring. Jika orang merasa aman, mereka lebih berani belajar, berusaha, dan bersuara.

Kelima, dorong perempuan ke peran teknis dan pemimpin. Tutup celah di level awal: beri pelatihan AI/data yang praktis, mentor, dan jalur karier yang jelas. Banyak bukti menunjukkan, ketika perempuan memimpin di bidang teknologi, adopsi inovasi lebih cepat dan hasilnya lebih inklusif. 

Pada akhirnya, memperluas akses digital bagi perempuan akan menguntungkan semua pihak. Keluarga mendapat penghasilan tambahan dari usaha daring. Anak mendapat bimbingan belajar. Pelayanan publik lebih mudah dijangkau. Ekonomi bertumbuh karena lebih banyak orang ikut pasar digital. Angka-angka global sudah menunjukkan arah: jurang mulai menyempit, tetapi masih panjang. Dengan langkah yang tepat kita bisa mempercepat perubahan.

Tema "Hak. Keadilan. Aksi" bukan sekadar slogan. Hak berarti akses dan perlindungan yang nyata. Keadilan berarti teknologi yang tidak memihak dan ramah bagi semua. Aksi berarti kebijakan, program, dan kolaborasi yang dikerjakan sekarang.

Jika kita konsisten, Indonesia bisa menjadi contoh bagaimana dunia digital membuka peluang untuk semua, terutama bagi setengah penduduk yang selama ini paling sering tertinggal: perempuan.

*) Dr Joko Rurianto ST MM, profesional di bidang telekomunikasi, aktif menulis jurnal pemasaran strategis dan literasi teknologi digital dalam praktik bisnis modern

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.