Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Campak di Jakarta Belum Ada Temuan, Daerah Sekitar Sudah Diserang

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 08:14 WIB | Oleh:
Kasus Campak di Jakarta Belum Ada Temuan, Daerah Sekitar Sudah Diserang Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati

JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan sampai dengan saat ini belum ada temuan kasus positif campak di Jakarta.

“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif,” kata Ani saat dijumpai di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).

Dia mengatakan meskipun kasus campak di Jakarta masih nihil, namun penyakit tersebut sudah ada di beberapa daerah di sekitar ibu kota.

Untuk itu, dia meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit tersebut, terutama pada momen Idul Fitri nanti.

“Lebaran, ketika ramai, biasanya banyak berinteraksi antara satu dengan yang lain. Kelompok paling rentan adalah anak-anak. Jadi, bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar,” ungkap Ani.

Walaupun saat ini kasus campak masih belum ditemukan di Jakarta, dia menyebutkan pihaknya masih melakukan pemantauan secara terus menerus atau surveilans.

Apabila ditemukan ada yang bergejala, maka Dinkes DKI segera memeriksakannya ke laboratorium.

“Ada beberapa lokasi faskes (fasilitas kesehatan) yang menjadi lokasi surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI)-nya. Nanti yang memang kami temukan yang bergejala, kita cek di laboratorium,” jelas Ani.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pada September 2025, Dinkes DKI mencatat terdapat 218 kasus campak, tanpa laporan kematian. Kasus tersebut ditemukan salah satunya di Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.

Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau kegiatan imunisasi campak massal sebagai penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyasar 9.000 anak.

Hasilnya, cakupan imunisasi per September 2025 tercatat sekitar 77,22 persen. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Emas Ngulet Rp18.000

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
Megapolitan
Disdik DKI: SPMB di Jakarta...
Olahraga
Folarin Balogun
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.