Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, 27 Juli 2026
📅 Senin, 27 Jul 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berpotensi bergerak melemah terbatas terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan Senin (27/7), di tengah sentimen eksternal yang masih didominasi penguatan dollar AS.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran 17.940-Rp18.000 rupiah per dollar AS, dengan kecenderungan melemah apabila sentimen negatif global masih berlanjut.
Tekanan utama diperkirakan masih berasal dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mulai memberlakukan tarif impor baru terhadap barang dari 60 negara mitra dagang, termasuk Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai meningkatkan ketidakpastian perdagangan global sekaligus mendorong permintaan terhadap dollar AS sebagai aset aman (safe haven).
Selain itu, data pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan turut menopang penguatan dollar. Penurunan klaim pengangguran awal ke level 187 ribu memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap menarik bagi investor global.
Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan masih relatif terbatas apabila pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) terhadap penguatan dollar AS atau muncul sentimen positif dari pasar domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Jumat (24/7) melemah 27 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.963 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.936 per dollar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh pemberlakuan tarif impor baru oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia dan puluhan negara mitra dagang lainnya.
“Trump resmi memberlakukan tarif impor baru terhadap barang dari 60 mitra dagang mulai Jumat (24/7). Kebijakan tersebut menetapkan tarif sebesar 10 persen dan 12,5 persen terhadap berbagai produk impor, termasuk barang asal Indonesia,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!