Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Liga Champions: Tottenham Dihantui Masa Lalu Saat Bertandang ke Markas Atletico

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 08:00 WIB | Oleh:
Liga Champions: Tottenham Dihantui Masa Lalu Saat Bertandang ke Markas Atletico Doc: AFP
Ket. Ilustrasi pemain Atletico Madrid.

LONDON — Musim kelam Tottenham Hotspur kembali mendapat ujian berat ketika klub London Utara itu menghadapi Atlético Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Metropolitano, Rabu (11/3) dini hari WIB.

Perjalanan Spurs menuju Madrid justru menjadi pengingat pahit tentang kemerosotan mereka dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini Tottenham terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Situasi semakin memprihatinkan setelah kekalahan memalukan 1-3 dari Crystal Palace di kandang sendiri pekan lalu. Kekalahan itu memperpanjang catatan buruk Tottenham yang kini telah kebobolan dua gol atau lebih dalam sembilan laga liga berturut-turut, rekor terburuk dalam sejarah klub.

Spurs juga menelan lima kekalahan beruntun di liga dan belum meraih kemenangan dalam 11 pertandingan kasta tertinggi, rentetan terburuk mereka sejak 1975. Jika tren negatif ini berlanjut, Tottenham terancam kembali ke divisi kedua untuk pertama kalinya sejak musim 1977-1978.

Di tengah krisis tersebut, tim asuhan pelatih sementara Igor Tudor berharap Liga Champions dapat menjadi pelarian dari tekanan domestik. Namun perjalanan ke Madrid justru mengingatkan suporter betapa jauh klub ini merosot dibanding masa lalu.

Tujuh tahun lalu, Tottenham tampil di stadion yang sama saat menembus final Liga Champions 2019 di bawah asuhan Mauricio Pochettino. Skuad kala itu diperkuat bintang seperti Harry Kane, Son Heung‑min, Christian Eriksen, dan Hugo Lloris.

Namun mimpi itu berakhir pahit setelah Tottenham kalah 0-2 dari Liverpool di partai puncak. Lima bulan kemudian Pochettino dipecat, sebuah keputusan yang memicu periode kemunduran panjang hingga kondisi krisis saat ini.

Ironisnya, Tottenham pernah menikmati kejayaan besar di Eropa. Pada tahun 1963 mereka menghancurkan Atletico 5-1 di final European Cup Winners' Cup dan menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai kompetisi Eropa. Keberhasilan itu datang hanya dua tahun setelah Spurs meraih gelar liga Inggris dan Piala FA dalam satu musim.

Namun dominasi semacam itu kini terasa sangat jauh bagi para penggemar Tottenham.

Selama hampir 25 tahun, ketua klub Daniel Levy sering menjadi sasaran kritik atas kegagalan Tottenham meraih prestasi. Namun sejak kepergiannya secara mengejutkan pada September lalu, sorotan kini tertuju pada manajemen baru yang dipimpin direktur olahraga Johan Lange dan CEO Vinai Venkatesham.

Meski memiliki stadion modern dan fasilitas latihan mewah, kekacauan internal dalam 18 bulan terakhir memperlihatkan betapa status Tottenham sebagai kekuatan Eropa semakin memudar.

Bahkan keberhasilan menjuarai Liga Europa musim lalu, yang mengakhiri puasa trofi 17 tahun, tidak mampu menghapus citra kegagalan klub.

Pelatih saat itu, Ange Postecoglou, tetap dipecat setelah performa buruk di liga domestik yang membuat Tottenham finis di posisi ke-17, peringkat terendah mereka sejak 1977.

Penggantinya, Thomas Frank, awalnya dipuji berkat kesuksesannya bersama Brentford FC. Namun pendekatan taktisnya yang defensif justru membuat para pemain dan suporter frustrasi. Filosofi klub yang terkenal dengan semboyan “To Dare Is To Do” terasa bertolak belakang dengan gaya bermain yang terlalu berhati-hati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.