Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Targetkan Efisiensi Anggaran Subsidi Pupuk hingga 20 Persen

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 14:58 WIB | Oleh:
Kementan Targetkan Efisiensi Anggaran Subsidi Pupuk hingga 20 Persen Doc: Biro Humas Kementan

JAKARTA - Pemerintah menyempurnakan tata kelola pupuk bersubsidi untuk memperkuat distribusi dan menjaga produksi pertanian nasional. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025.

Pemerintah menargetkan efisiensi anggaran subsidi pupuk hingga 20 persen melalui kebijakan baru tersebut. Langkah ini dilakukan tanpa mengurangi akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembenahan sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran pupuk. Ia memastikan, kebijakan ini tetap melindungi kebutuhan petani.

“Melalui Perpres 113 Tahun 2025, pemerintah menargetkan efisiensi anggaran subsidi pupuk sekitar 20 persen. Efisiensi ini dilakukan tanpa mengurangi akses petani terhadap pupuk bersubsidi,” ucap dia dalam rilis resmi Kementan, dikutip, Selasa (10/3).

Menurut Amran, kebijakan ini juga memperluas jangkauan penerima manfaat. Ia memastikan, petani, nelayan, dan petambak dalam sistem RNI/HT tetap menjadi sasaran program. Selain itu, regulasi baru ini juga mendorong transparansi perhitungan subsidi melalui mekanisme harga komersial. Skema ini menjadi dasar perhitungan subsidi pupuk bersubsidi.

Amran berharap, langkah tersebut membuat struktur subsidi lebih akuntabel. Ia memastikan, kebijakan ini juga memperkuat ketersediaan pupuk nasional.

“Regulasi ini juga mendukung penguatan investasi dan revitalisasi PT Pupuk Indonesia. Tujuannya agar lebih efektif menjamin ketersediaan pupuk nasional,” kata Amran.

Sementara itu, implementasi Perpres telah mulai dijalankan di tingkat teknis. Kementerian Pertanian menggelar koordinasi dengan Pokja Pupuk Bersubsidi pada 3 Maret 2026.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, mengatakan, tindak lanjut regulasi tersebut telah disiapkan. “Perpres 113 Tahun 2025 telah kami tindaklanjuti melalui terbitnya Permentan Nomor 3 Tahun 2026,” ucap dia.

Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan rancangan aturan terkait perhitungan nilai komersial pupuk bersubsidi. Regulasi ini, lanjutnya, masih dalam tahap pengundangan di Kementerian Hukum.

Dalam Permentan Nomor 3 Tahun 2026, penyusunan eRDKK dilakukan secara terkoordinasi. Dimana dinas pertanian kabupaten dan kota bekerja bersama dengan penyuluh pertanian.

Pengesahan data sendiri dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian setempat. Skema ini memperkuat peran pemerintah daerah dalam pendataan penerima pupuk.

“Penguatan peran dinas dan penyuluh merupakan langkah konkret meningkatkan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi,” kata Andi.

Ia menambahkan, tim verifikasi distribusi pupuk juga diperkuat dan unsur dinas pertanian daerah serta penyuluh turut dilibatkan dalam pengawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

48 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Luar Negeri
Uni Eropa Buru-Buru Tambah ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.