Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

EBT Kunci Indonesia Tekan Biaya Energi

📅 Senin, 09 Mar 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Agenda Strategis

Sementara itu, NEXT Indonesia Center mendorong percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang dinilai masih mendominasi struktur energi nasional.

Direktur NEXT Indonesia Center Christiantoko dalam pernyataan di Jakarta, Minggu (8/3) mengatakan transisi energi menjadi agenda strategis dalam pembangunan Indonesia.

Namun, upaya menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan masih menghadapi tantangan besar, karena struktur energi nasional masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.

“Selama fondasi sistem energinya tetap berbasis fosil, target penurunan emisi jelas akan sulit tercapai,” kata Christiantoko.

Indonesia jelas Christiantoko sebenarnya sudah berkomitmen menurunkan emisi seperti yang telah dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang disampaikan kepada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim.

Komitmen tersebut, kemudian diperbarui melalui dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) pada 2025 yang menargetkan penurunan emisi secara signifikan hingga tahun 2030 dan 2035 sebagai bagian dari jalur menuju target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

NEXT Indonesia Center menilai struktur emisi Indonesia juga mengalami pergeseran signifikan dalam dua dekade terakhir. Jika pada awal 2000-an emisi nasional didominasi sektor kehutanan atau forestry and other land use (FOLU), kini sektor energi justru menjadi penyumbang emisi terbesar.

Kontribusi emisi dari sektor energi bahkan telah melampaui 50 persen dalam beberapa tahun terakhir.

“Tren ini jelas sangat mengkhawatirkan karena emisi energi bersifat lebih konsisten dan sulit ditekan. Sumber emisi energi tersebut berasal dari pembangkit listrik berbasis batu bara, transportasi berbahan bakar minyak, dan aktivitas industri,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.