Tuan Rumah APEC 2026: Tiongkok Ingin Realisasikan Program Jadi Aksi Nyata
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 23:48 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: CGTN
BEIJING - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengungkapkan negaranya sebagai tuan rumah Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026 ingin benar-benar merealisasikan rencana dalam organisasi tersebut menjadi aksi nyata.
"Sebagai tuan rumah yang baik, seluruh pekerjaan Tiongkok sepanjang tahun akan berfokus pada satu hal yaitu mengubah pembangunan komunitas Asia Pasifik dari rencana menjadi tindakan, dari cetak biru menjadi kenyataan," kata Menlu Wang Yi menjawab dalam konferensi pers soal "Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri Tiongkok" di Beijing, Tiongkok pada Minggu (8/3).
Tiongkok menjadi tuan rumah APEC 2026 dengan tema besar "Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama". Puncak pertemuan direncanakan pada November 2026 di Shenzhen, provinsi Guangdong.
"Konsep komunitas Asia Pasifik telah diajukan selama beberapa dekade, tetapi konsep ini tidak boleh berhenti di atas kertas dan tidak boleh terbatas pada tataran visi semata. Kami berharap dapat menemukan jawabannya di Shenzhen, menghimpun konsensus semua pihak," ungkap Wang Yi.
Pertemuan puncak APEC 2026 diharapkan dapat memperjelas bidang-bidang prioritas dan mengemukakan langkah-langkah yang layak dijalankan sehingga pembangunan komunitas Asia Pasifik menjadi konsensus bersama dan praktik hidup masyarakat kawasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"APEC Shenzhen akan berfokus pada tiga bidang prioritas utama, yakni keterbukaan, inovasi, dan kerja sama, untuk kembali memperjelas arah kerja sama Asia Pasifik yang sedang berada di persimpangan jalan dan sekali lagi menghimpun kekuatan," ungkap Wang Yi.
Wang Yi menyebut Tiongkok akan membangun pilar-pilar utama bagi pembangunan komunitas Asia Pasifik, mengoordinasikan berbagai jalur menuju Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik maupun merencanakan pengaturan yang bagi konektivitas regional.
"Selain itu kami giat mendorong tiga transformasi besar yaitu digitalisasi, kecerdasan buatan, dan lingkungan. Sepanjang tahun ini kami akan menyelenggarakan lebih dari 300 kegiatan di banyak kota dan provinsi dan semua anggota APEC akan memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi," tambah Wang Yi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok sudah tiga kali menjadi tuan rumah yaitu pada 2021 di Shanghai, 2014 di Beijing dan 2026 di Shenzen.
"Selama 25 tahun terakhir, APEC telah menempuh perjalanan penuh tantangan dan pasang surut kerja sama regional, sekaligus menyaksikan bahwa niat awal Tiongkok dan Asia Pasifik untuk berjalan bersama tidak pernah berubah," ungkap Wang Yi.
Shenzhen, kata Wang Yi, adalah jendela penting reformasi dan keterbukaan Tiongkok, etalase yang cemerlang bagi sosialisme khas Tiongkok dan garda depan inovasi Kawasan Guangdong–Hong Kong–Makau.
"Kami bersedia bersama semua pihak mendorong APEC kembali berangkat dari Shenzhen dan berlayar lagi menuju tujuan komunitas Asia Pasifik," tambah Wang Yi.
APEC merupakan forum kerja sama antara 21 entitas ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri pada 1989.
Anggota-anggota APEC adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, Tiongkok, Hong Kong-Tiongkok, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Russia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!