Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

300 UMKM Raup Untung Rp8 Miliar Saat Pelaksanaan STQH di Kendari

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 15:41 WIB | Oleh:
300 UMKM Raup Untung Rp8 Miliar Saat Pelaksanaan STQH di Kendari Doc: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Ket. UMKM yang menjual saat pelaksanaan STQH Nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kendari -- Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil meraup keuntungan fantastis hingga Rp8 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra Rony Yakob Laute saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan STQH nasional merupakan berkah yang sudah dinanti selama 30 tahun untuk bisa diselenggarakan di Sultra.

"Saya sebagai ketua pameran UMKM bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) dan beberapa EO (event organizer) menggelar pasar murah dan efek ekonominya luar biasa," kata Rony Rakob.

Ia mengatakan berdasarkan perhitungan kasar menunjukkan bahwa setidaknya 300 stan UMKM yang berada di sekitar pusat kegiatan di eks MTQ Kendari meraup keuntungan signifikan.

"Dalam perhitungan secara kasar, per 'booth' meraih penghasilan hingga Rp3 juta. Sehingga, jika di rata-ratakan Rp3 juta x 300 'booth' x 9 hari pelaksanaan, mencapai Rp8,1 miliar," ujar dia.

Rony Yakob mengatakan bahwa jumlah tersebut baru terhitung dari UMKM di pusat kegiatan STQH. Belum termasuk dampak ekonomi pada sektor lain seperti penjual suvenir, oleh-oleh, rumah makan, hotel, transportasi, wisata, dan lainnya di Kota Kendari.

Data Disperindag Sultra mencatat, kain tenun dan anyaman nentu dari Lohia, Kabupaten Muna, menjadi primadona atau produk yang paling banyak diminati selama pameran. Selain itu, olahan makanan (baik kering maupun basah), kriya, dan produk lainnya juga laris terjual.

Sementara itu, menurut Pengamat Ekonomi Sultra Syamsir Nur, kehadiran peserta STQH dari berbagai provinsi memicu perekonomian dari dua sisi utama.

Pertama, mendorong daya beli. Kedatangan peserta memicu permintaan beragam produk barang dan jasa selama kurang lebih satu pekan, yang mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha, terutama UMKM.

Kedua, mendorong dari sisi suplai. Momentum STQH sebagai agenda nasional telah diantisipasi oleh pelaku usaha untuk menyiapkan produk, sehingga mendorong permintaan bahan baku dan lainnya.

"Pada sisi yang lain, momentum STQH nasional juga ini menjadi ajang bagi para pelaku UMKM terutama di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata," ujar Syamsir.

Ia berharap pelaku ekonomi dapat memanfaatkan momentum itu untuk menumbuhkan ekonomi baru dengan menyediakan permintaan atau kebutuhan para pendatang yang belum tersedia di Sultra.

STQH Nasional XXVIII diselenggarakan di Kota Kendari pada 10 hingga 19 Oktober 2025 lalu. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.