Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenapa Sungai-Sungai di NTB Tiba-tiba Berubah Jadi Banjir Bandang

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 06:35 WIB | Oleh:

Banyak program penanaman pohon gagal mencapai dampak maksimal karena berhenti pada tahap seremonial. Bibit ditanam secara simbolis, tetapi tidak diikuti perawatan yang memadai. Tanpa pemeliharaan yang baik, sebagian besar pohon tidak mampu bertahan menghadapi musim kemarau atau gangguan lingkungan lainnya.

Karena itu, gerakan penghijauan membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis. Penanaman pohon harus diikuti dengan program perawatan jangka panjang yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.

Model adopsi pohon yang mulai diterapkan di beberapa daerah bisa menjadi salah satu solusi. Dalam konsep ini, setiap individu atau kelompok bertanggung jawab merawat pohon yang ditanam hingga benar-benar tumbuh besar.

Pendekatan lain yang penting adalah mengintegrasikan gerakan menanam pohon dengan program pembangunan desa. Ketika penghijauan dikaitkan dengan sumber penghidupan masyarakat, peluang keberhasilannya menjadi jauh lebih besar.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu memperkuat kebijakan tata ruang yang melindungi kawasan hutan dan daerah resapan air. Tanpa perlindungan yang jelas, upaya menanam pohon akan sulit mengejar laju kerusakan lingkungan yang terjadi.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci penting. Penghijauan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perusahaan, lembaga pendidikan, komunitas lokal, hingga generasi muda perlu terlibat dalam gerakan yang sama.

Di banyak tempat di NTB, sinergi seperti ini mulai terlihat. Program penanaman pohon kini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga dunia usaha. Partisipasi masyarakat menjadi fondasi utama dari upaya memulihkan lingkungan.

Menanam pohon bukan sekadar aktivitas ekologis. Ia adalah pernyataan moral bahwa manusia memiliki tanggung jawab menjaga bumi yang menjadi tempat hidupnya.

Bagi NTB, gerakan menanam pohon adalah investasi masa depan. Pohon yang ditanam hari ini mungkin baru memberi manfaat beberapa tahun ke depan, tetapi dari situlah fondasi keberlanjutan daerah dibangun.

Ketika satu pohon tumbuh, ia tidak hanya meneduhkan tanah di sekitarnya. Ia juga menjadi simbol harapan bahwa alam masih bisa dipulihkan, selama manusia mau memulainya dari langkah sederhana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.