Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenapa Sungai-Sungai di NTB Tiba-tiba Berubah Jadi Banjir Bandang

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 06:35 WIB | Oleh:
Kenapa Sungai-Sungai di NTB Tiba-tiba Berubah Jadi Banjir Bandang Doc: Istimewa
Ket. Tragedi Banjir Bandang Dompu NTB. Hutan yang dahulu menjadi benteng alami perlahan berkurang akibat alih fungsi lahan, pembukaan kebun, hingga aktivitas ekonomi yang tidak selalu memperhitungkan daya dukung lingkungan.

Musim hujan beberapa waktu terakhir menghadirkan pemandangan yang berbeda di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sungai-sungai kecil yang dahulu tenang tiba-tiba berubah menjadi aliran deras. Lumpur mengalir ke pemukiman, jalan rusak, dan beberapa wilayah mengalami banjir bandang yang sebelumnya jarang terjadi. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan alam di provinsi kepulauan ini sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah daerah di NTB mengalami bencana hidrometeorologi yang kian sering muncul. Banjir bandang, longsor, dan kerusakan infrastruktur menjadi peristiwa yang semakin akrab. Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari perubahan tutupan lahan yang terjadi selama bertahun-tahun.

Hutan yang dahulu menjadi benteng alami perlahan berkurang akibat alih fungsi lahan, pembukaan kebun, hingga aktivitas ekonomi yang tidak selalu memperhitungkan daya dukung lingkungan.

Ketika vegetasi hilang, tanah kehilangan kemampuannya menahan air. Air hujan yang seharusnya meresap ke dalam tanah berubah menjadi aliran permukaan yang membawa lumpur, batu, dan sisa material lainnya ke wilayah hilir.

Dalam konteks ini, gerakan menanam pohon kembali menjadi wacana penting. Pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga sektor swasta mulai menghidupkan kembali semangat penghijauan.

Pemerintah Provinsi NTB bahkan menyiapkan ratusan bibit pohon untuk dibagikan kepada masyarakat agar dapat ditanam di lingkungan masing-masing.

Gerakan tersebut sebenarnya bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan. Ia merupakan bentuk kesadaran bahwa menanam pohon adalah langkah paling mendasar untuk memulihkan ekosistem yang terganggu.

Pohon bekerja seperti infrastruktur alami yang tidak terlihat. Akar menahan tanah, batang menyimpan karbon, dan daun membantu menjaga keseimbangan siklus air.

Kesadaran itu perlahan muncul kembali di berbagai daerah di NTB. Di Lombok Tengah, misalnya, ratusan bibit pohon ditanam di kawasan hutan Desa Tumpak sebagai upaya memperkuat tutupan lahan sekaligus menjaga ketersediaan air tanah. Jenis tanaman yang dipilih bukan hanya tanaman keras, tetapi juga tanaman buah yang dapat memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Sementara di Sumbawa, rehabilitasi daerah aliran sungai dilakukan melalui penanaman puluhan ribu pohon di kawasan hutan produksi terbatas. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kondisi ekologis wilayah tangkapan air sekaligus memperkuat produktivitas lahan pertanian di sekitarnya.

Di Lombok Timur, kegiatan penghijauan bahkan menyasar kawasan wisata pegunungan Sembalun yang selama ini menjadi salah satu destinasi alam paling terkenal di NTB.

Penanaman pohon di perbukitan dilakukan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan penyangga agar mampu mengurangi risiko longsor dan menjaga sumber air bagi masyarakat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa gerakan menanam pohon di NTB bukan lagi sekadar kampanye simbolis. Ia mulai menjadi kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.