Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisMemasuki April hingga Juni, agenda pariwisata dilanjutkan dengan Sound of Amboina, Festival Pattimura di Saparua, Festival Abda’u, Festival Lawapipi, hingga kegiatan Teluk Ambon (DAR Kintal).
Pada pertengahan tahun, sejumlah kegiatan berskala besar juga digelar seperti Sail to Indonesia di beberapa daerah termasuk Banda Neira dan Ambon pada Juli, Darwin Banda Yacht Race, Karnaval Budaya Maluku, serta Namrole Festival pada Agustus.
Sementara pada September hingga Oktober, agenda yang dijadwalkan antara lain HUT Kota Ambon, Ambon International Music Festival, Festival Kopi, Festival Pulau Pombo, serta Festival Pesona Meti Kei.
Memasuki akhir tahun, sejumlah festival budaya kembali digelar seperti Festival Pamalhanunusa di Maluku Tengah, Banda Heritage Festival, Kei Art Festival, hingga berbagai kegiatan budaya dan religi pada Desember.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Pariwisata Maluku menambahkan tren kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan seiring dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut.
“Kalau kita lihat tren 2023 sampai 2025, dengan berbagai event yang ada, kunjungan wisatawan terus berkembang dan masih didominasi wisatawan dalam negeri. Sementara wisatawan mancanegara meningkat sekitar 1,4 persen,” katanya.
Ia berharap kalender event tersebut dapat memperkuat promosi pariwisata Maluku sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, pada 2025 jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Maluku tercatat sebanyak 14.225 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 1.130 orang dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 13.098 orang.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pariwisata Maluku kunjungan wisatawan nusantara sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan. Dari 389.745 kunjungan pada 2024, naik sebanyak 6.674 orang atau menjadi 396.419 kunjungan pada 2025.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tersebut turut berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) dari tiga destinasi wisata unggulan. Pada 2024, PAD yang diperoleh tercatat sebesar Rp584.418.500, kemudian meningkat menjadi Rp721.103.500 pada2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!