Bukit Merangkul Disiapkan Jadi Kawasan Pertanian Terpadu di Kalsel
📅 Sabtu, 07 Mar 2026, 00:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemprov Kalsel
BANJARMASIN – Pengembangan kawasan pertanian terpadu dengan berbagai komoditas menjadi langkah penting untuk membuat sektor pertanian lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan menggabungkan beberapa jenis komoditas dalam satu kawasan—seperti tanaman pangan, hortikultura, hingga peternakan—petani memiliki peluang lebih besar untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus mengurangi risiko kerugian jika salah satu komoditas mengalami penurunan harga atau gagal panen.
Pendekatan ini juga membuat aktivitas pertanian menjadi lebih efisien. Infrastruktur, distribusi, hingga pengolahan hasil panen bisa dikelola bersama dalam satu ekosistem.
Selain meningkatkan produktivitas, kawasan pertanian terpadu juga membuka peluang nilai tambah melalui pengolahan produk dan pengembangan usaha turunan.
Pada akhirnya, pola ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadikan kawasan Bukit Merangkul di Kelurahan Bangkal, Kota Banjarbaru, dikembangkan sebagai kawasan pertanian terpadu dengan berbagai komoditas.
“Di lokasi ini tidak hanya jagung, juga terdapat tanaman durian, kacang-kacangan, hingga cabai. Semua komoditas sektor pertanian kita upayakan maksimal sada, esuai arahan Gubernur, agar lahan ini benar-benar produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, di Banjarbaru, Jumat (6/3).
Menurutnya, pengembangan kawasan Bukit Merangkul melibatkan berbagai instansi, seperti dinas kehutanan, dinas perkebunan, hingga pemerintah Kota Banjarbaru. Tujuannya untuk menata kembali kawasan tersebut agar menjadi lahan pertanian yang produktif sekaligus aset daerah yang bernilai.
Selain itu, di kawasan tersebut juga telah dibangun gazebo yang memungkinkan masyarakat menikmati panorama hamparan tanaman pertanian di Bukit Merangkul.
“Lokasi ini sangat potensial untuk kita tata dan kembangkan. Dengan dukungan berbagai pihak serta kelompok tani, Bukit Merangkul diharapkan menjadi kawasan pertanian yang memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan daerah,” katanya.
Syamsir menambahkan, upaya peningkatan produksi jagung terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Produksi jagung di Kalimantan Selatan saat ini juga terus mengalami peningkatan.
“Produksi jagung kita sudah meningkat hingga sekitar 150 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tentu berkat kerja sama semua pihak, termasuk dukungan aparat serta semangat para petani,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemrov Kalsel juga menyerahkan bantuan pembinaan kepada Dinas Pertanian Kota Banjarbaru sebesar Rp230 juta untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.
“Melalui kegiatan panen dan pembinaan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap kawasan Bukit Merangkul dapat terus berkembang sebagai pusat pengembangan pertanian sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan daerah,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!